Meski Kaya Manfaat Minum Kopi Berlebihan Bisa Ciutkan Otak, Berikut Ini Takaran Minum Kopi yang Sehat

- Selasa, 7 September 2021 | 13:58 WIB
Ilustrasi Kopi  |  Sumber:  Julia Florczak on Unsplash
Ilustrasi Kopi | Sumber: Julia Florczak on Unsplash

HALUANRIAU.CO, LIFESTYLE - Meminum kopi sekarang ini sudah menjadi budaya tersendiri bagi orang Indonesia. Bahkan kopi kini tengah menjadi bagian dari trend gaya hidup.

Selain nikmat, kopi juga mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh untuk melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Bahkan kopi sering dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan, termasuk penurunan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit liver.

Meskipun memiliki banyak manfaat, segala sesuatu yang berlebihan tentu bisa membawa dampak yang negatif.

Baca Juga: Bantuan BPUM ke 21 Sudah Cair, Kadiskop UMKM Pekanbaru: Ada Penambahan Penerima BantuanBaca Juga: Bantuan BPUM ke 21 Sudah Cair, Kadiskop UMKM Pekanbaru: Ada Penambahan Penerima Bantuan

Menurut penelitian dari University of South Australia menemukan bahwa minum lebih dari 6 cangkir kopi sehari dapat mengecilkan volume otak dan meningkatkan risiko demensia.

Peneliti utama dan kandidat PhD UniSA, Kitty Pham, mengatakan penelitian ini memberi wawasan penting bagi kesehatan masyarakat.

"Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Namun konsumsi globalnya lebih dari sembilan miliar kg per tahun. Penting bagi kita memahami potensi implikasinya pada kesehatan," kata Pham seperti dilaporkan Science Daily dan dikutip Antara.

Kafein sebagai kandungan utama kopi mempengaruhi sistem saraf pusat dalam beberapa cara. Namun, efeknya diyakini berasal dari cara kafein berinteraksi dengan reseptor adenosin, sebagaimana dilaporkan Healthline.

Baca Juga: Euforia Raihan Gemilang Laeni Ratri Oktila di Paralimpiade Tokyo 2020, Gubri: Balek Kampung Dikasih Bonus

Adenosin adalah neurotransmitter di otak yang dapat mendorong tubuh beristirahat dan tidur. Berita ini dikutip dari pikiran-rakyat.com dengan judul Berapa Gelas Kopi Sehari yang Baik? Waspada Kelebihan Bisa Ciutkan Otak.

Neuron di otak memiliki reseptor spesifik yang dapat dilampirkan adenosin. Adenosin biasanya menumpuk saat siang dan akhirnya membuat seseorang mengantuk.

Kafein dan adenosin memiliki struktur molekul serupa. Ketika kafein hadir di otak, ia bersaing dengan adenosin untuk mengikat reseptor yang sama.

Kafein tidak memperlambat kinerja neuron seperti halnya adenosin. Sebaliknya, kafein mencegah adenosin bekerja dalam memperlambat kinerja tubuh.

Baca Juga: Kabar Terbaru Laga Antara Brazil vs Argentina, 2 Pemain Argentina Terbukti Melanggar Aturan Klub

Hal inilah yang menyebabkan kafein meningkatkan stimulasi sistem saraf pusat dan membuat seseorang waspada. Namun, cara kerja kafein ini hanya terjadi dalam waktu singkat.

Mengonsumsi kopi dalam jumlah dan jenis yang tepat (dua hingga tiga cangkir kopi hitam per hari tanpa gula) dapat mengurangi risiko alzheimer dan demensia.

Penelitian juga membuktikan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah sedang dapat meningkatkan memori meski dalam jangka waktu pendek.

Mereka yang minum lebih dari 6 cangkir kopi sehari mengalami 53 persen peningkatan risiko demensia.

Baca Juga: Tolak Rencana Kenaikan Tarif Cukai Rokok di 2022, Serikat Buruh: Baiknya Cari Sumber Penerimaan Lain

Peneliti senior Direktur Pusat Kesehatan Presisi Australia, Profesor Elina Hypponen, mengatakan, meski hasil penelitian itu bisa jadi kenyataan pahit bagi pecinta kopi, hal yang terpenting adalah menemukan keseimbangan antara apa yang diminum dan apa yang baik untuk kesehatan.

"Konsumsi kopi sehari-hari biasanya berkisar antara 1-2 cangkir standar. Tentu saja, meski ukuran unit dapat bervariasi, 1-3 cangkir kopi sehari umumnya baik-baik saja," kata Hypponen.***(Yusuf Wijanarko/pikiran-rakyat.com)

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X