CV Kerja Sama & Co Gagal Selesaikan Renovasi Taman Kota Bangkinang

- Senin, 31 Mei 2021 | 21:55 WIB
IMG-20210517-WA0059
IMG-20210517-WA0059

HALUANRIAU.CO, BANGKINANG-CV Kerja Sama & Co gagal menyelesaikan renovasi Taman Kota Bangkinang pada tahun 2020 kemarin dengan berbagai alasan. Padahal perusahaan itu bukan 'pemain baru' sebagai rekanan proyek di Kabupaten Kampar.

Diakui Idris, pihaknya tak mampu menyelesaikan proyek yang berada di tak jauh dari rumah dinas Bupati Kampar. Dia menyampaikan, saat pengerjaan proyek itu, kondisi cuaca tak mendukung. Yakni, di musim penghujan.

Selain itu, sejumlah faktor lain menjadi alasan pihaknya tidak mampu menyelesaikan proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Kampar itu.

Baca : Proyek di Depan ‘Hidung’ Bupati Kampar Mangkrak, Bagaimana di Pelosok ?

"Karena cuaca hujan dan material dan tenaga pekerja kurang. Jadi itu lah penyebabnya (pekerjaan tak selesai,red)," ujar pria yang mengaku pemilik perusahaan yang beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bangkinang.

Atas hal itu, kata Idris, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) mengambil langkah tegas. Yaitu, berupa pemutusan kontrak.

"Kami pihak kontraktor tidak bisa memberi solusi. Kami sudah putus kontrak," imbuh dia.

Dari informasi yang dihimpun, selain renovasi Taman Kota dengan nilai pagu Rp5,8 miliar dan HPS Rp5.799.997.808,89, CV Kerja Sama & Co juga pernah mengerjakan proyek lain di Negeri Serambi Mekah itu.

Seperti, pengerjaan Landmark Welcome To Bangkinang di Satuan Kerja (Satker) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kampar. Proyek itu dikerjakan tahun 2018 lalu, dengan nilai pagu Rp500 juta, dan HPS Rp424 juta.

Lalu, pembuatan gazebo di bawah Satker Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kampar tahun 2018. Nilai pagu dan HPS-nya adalah Rp320 juta.

Pada 2020 lalu, perusahaan itu juga mengerjakan rehabilitasi Balai Adat Kabupaten di bawah Satker Dinas PUPR Kampar. Proyek itu bernilai pagu Rp550 juta dan HPS Rp549.965.272,98.

Tidak hanya itu, perusahaan itu kerap ditunjuk mengerjakan proyek dengan pola pengadaan langsung (PL). Di antaranya, pemeliharaan taman rumah jabatan Wakil Bupati tahun 2019. Proyek itu di bawah Satker Sekretariat Daerah dengan nilai pagu Rp70 juta dan HPS Rp69.905.000.

Berikutnya, penataan taman pertigaan Jalan HR Soebrantas Kecamatan Bangkinang Kota. Proyek tersebut dikerjakan tahun 2020 di bawah Satker Dinas Perkim Kampar dengan nilai pagu Rp100 juta dan HPS Rp99.900.000.

Data-data tersebut di atas diperoleh dari websites : lpse.kamparkab.go.id.

Belakangan diketahui, perusahaan tersebut telah masuk dalam Daftar Hitam atau Blacklist. Hal itu sesuai dengan SK Penetapan Nomor : 821/PERKIM-SET/KPA/PEN-RTH/2020/07. Adapun jenis pelanggarannya, penyedia yang tidak melaksanakan kontrak, tidak menyelesaikan pekerjaan, atau dilakukan pemutusan kontrak secara sepihak oleh PPK yang disebabkan oleh kesalahan Penyedia Barang/Jasa, sebagai diatur dalam Peraturan LKPP Nomor 17 Tahun 2018 Pasal 3 huruf g.

 

Penulis : Amri & Dodi Ferdian
Editor : Dodi Ferdian

Editor: Dodi Ferdian

Terkini

Buntut Aksi Jewer, Edy Rahmayadi Bakal Dipolisikan

Rabu, 29 Desember 2021 | 16:42 WIB
X