80 Persen Atlet PPLP Sekolah di SMA Olahraga, Boby: Kolaborasi Jadi SKO Sudah Jalan

- Selasa, 25 Mei 2021 | 19:26 WIB
F2FA399B-E1B5-43C0-AE54-33609E22C7AA
F2FA399B-E1B5-43C0-AE54-33609E22C7AA

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), bersama Dinas Pendidikan Provinsi Riau, mulai menyusun pelaksanana penggabungan SMA Olahraga dengan Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP), dan dijadwakan tahun ini semua hasil kajian penggabungan SMA Olahraga dan PPLP selesai, dan bisa dijalankan segera.


Kadispora Riau, Boby Rahmad, mengatakan, wacana penggabungan SMA Olahraga dan PPLP Dispora Riau sudan dirancang pada tahun lalu. Dan mulai tahun ini sudah dilakukan kajian, untuk menjadikan dua pembinaan olahraga di Provinsi Riau menjadi Sekolah Kejuruan Olahraga (SKO).


“Rencana kita mau kita evalusi PPLP, karana mau ada rencana kita akan memadukan antara SMA Olahraga dan PPLP Riau. Jadi SMA olahraga ini kita usahakan, bagaimana nanti sekolah kebakatan olahraga ini satu saja,” ujar Boby.


“Sekarang ini penyusunan untuk integrasi sudah jalan. Tinggal tim dari perumusnya menyusun tentang peleburan PPLP dan SMA Olahraga. Tim yang akan merekomendasi mana cabang olahraga yang masuk ke SKO,” tambahnya.


Dijelaskan Boby, saat ini antara PPLP dan SMA Olahraga memiliki kesamaan cabang olahraga, dengan tujuan yang sama memperkuat tim Riau, dalam berbagai iven kejuaraan olahraga pelajar. Dan dalam pembinaannya hingga saat ini memiliki dua pola pembinaan. Untuk itu perlu dilakukan persamaan pembinaan, agar seluruh siwa bisa merasakan pendidikan yang sama.


“Dia kan mulai dari pelatihan, pembelajaran, sekarang ini ada dua pola pembinaan, sama olahraga ada, PPLP ada, untuk itulah disatukan ada peran dispora dan dinas pendidikan. Sekarang ini saja 80 persen atlet PPLP sekolahnya di SMA Olahraga, berarti kan belum terintegrasi. Jadi dia satu tempat saja, mulai dari bangun pagi sekolah, proses belajar mengajar yang sama, sampai latihannya,” jelas Kadispora.


“Jadi kalau sudah SKO, jam belajarnya nanti berbeda dengan SMA biasa. Sudah kita pelajaru seperti yang ada di DKI. Kita mau arahkan kesetaraan sekolahnya kita selamatkan dulu. Minimal mereka tamat SMA dan lulus. Jangan amburadul pulak pendidikannya karena olaharaga, agar nantinya ketika mereka terjun kedunia pendidikan lebih tinggi mereka bisa menyesuaikan. Termasuk mengikuti ajang internasional, seperti Sea Games, Asian Games, dan lainnya,” ungkap Boby.


Untuk diketahui, sejauh ini di PPLP Dispora Riau, terdapat 18 cabang olahraga, termasuk juga ada PPLP yang dibiayai oleh APBN ada 4 cabang olahraga. Di seluruh Indonesia hanya Riau yang memiliki 18 cabang olahraga di PPLP, untuk itu Dispora ingin tetap mempertahankan PPLP dengan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan.


Untuk cabor yang dari dari APBN seperti cabor Atletik, Sepak Takraw, angkat besi sama Tinju. Selebihnya cabor lain Sepakbola, Voly, Futsal, Dayung, Takraw, Aeromodeling, Atletik, Tenis Meja, dan cabor Renang, yang juga ada di SMA Olahraga. nur

Halaman:

Editor: Nurmadi

Terkini

Member Oh My Girl, Yoo Bin Positif Covid-19

Jumat, 28 Januari 2022 | 17:30 WIB
X