Pemerintah Larang Mudik Tol Permai Tetap Beroperasi, Indrayana: Ada Pengecualian Kendaraan Diperbolehkan

- Rabu, 5 Mei 2021 | 18:16 WIB
E3EA6FB6-0A87-4D74-9AE2-64C074A2216A
E3EA6FB6-0A87-4D74-9AE2-64C074A2216A

HALUANRIAU. CO, PEKANBARU-Akses jalan tol Pekanbaru-Dumai (Permai), selama pelarangan mudik Hari raya Idul Fitri 1442 H, 6-17 Mei yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, pengelola tol Permai Hutama Karya (HK) tetap membuka tol Permai. Dan pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk memutar balikkan pengendara jika melewati tol Permai.


Branch Manager Tol Permai, Indrayana, mengatakan, pihaknya belum mendapatkan arahan dari pimpinan pusat HK untuk menutup akaes tol Permai selama pelarangan mudik. Namun pihaknya telah diminta untuk membantu bersama aparat TNI/Polri, Dishub dan Satgas, dalam pengamanan arus mudik 1442 H.


“Kami belum dapat arahan dari pusat untuk menutup tol, sampai dengan hari ini belum ada menutup tol. Tapi sudah ada penyekatan dari pihak terkait di titik akses pintu masuk tol, seperri di Dumai, dan Minas, lengkap ada petugas kesehatannya, aparat TNI/Polri, Dishub. Kalau di pintu masuk Pekanbaru belum ada, tapi di area simpang bingung ada kali lihat pos penyekatan,” ujar Indrayana, Rabu (5/5),


“Kalau kami di dalam tol Permai, terap memeriksa setiap orang yang masuk di tol, terutama di res area, kami memeriksa kesehatan orang yang ada di res area. Pengetatan protokol kesehatan, mulai dari pengecekan suhu, penggunaan masker, dan penyediaan tempat cucio tangan tangan,” jelasnya lagi.


Dijelaskan Indrayana, dalam aturan pelarangan mudik oleh pemerintah, juga ada pengecualian bagi kendaraan yang boleh beroperasi selama mudik. Sesuai dengan peraturan Mentri Perhubungan nomor 13 tahun 2021, diantaranya, Kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpan. Kendaraan motor perseorangan dengan jenis mobil penumpang. Mobil bus dan sepeda motor. Kapal angkutan sungai, danau, dan penyeberangan


Untuk sekelompok masyarakat yang memiliki pengecualian diantaranya, Masyarakat yang melakukan kunjungan terhadap keluarga sakit. Masyarakat yang melakukan kunjungan duka atas anggota keluarga yang meninggal. Perjalanan ibu hamil dengan 1 orang pendamping.


Perjalanan kendaraan untuk tujuan melahirkan dengan pendamping maksimal 2 orang. Kendaraan masyarakat dalam rangka pelayanan kesehatan darurat


Pekerja (ASN, pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta) asal dilengkapi dengan surat tugas dan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinan.


“Tapi jangan lupa yang diperbolehkan masih ada, yang sembilan kendaraan ini yang boleh beroperasi, berarti mereka melalui jalan bisa jalan nasional bisa jalan tol. Kalau kami membantu didalam tol, kalau ada penyekatan sebelum masuk tol dan membalekkan pengendara, itu haknya pihak terkait, kalau kami tidak punya kewenangan,” ungkapnya. nur

Halaman:

Editor: Nurmadi

Terkini

Kisah Cinta Abadi Rima Melati dan Frans Tumbuan

Kamis, 23 Juni 2022 | 17:30 WIB

Artis Senior Rima Melati Meninggal Dunia

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:26 WIB

Pegadaian Mengetuk Pintu Langit di Bulan Juni

Jumat, 10 Juni 2022 | 17:55 WIB

UAS Dideportasi Dari Singapura, Ada Apa?

Selasa, 17 Mei 2022 | 14:07 WIB
X