35 Dokter di Sumbar Dikarantina Karena Covid-19, IDI Sampaikan Pesan Ini

- Rabu, 2 September 2020 | 13:56 WIB
E993B78C-73E2-4D96-8BF9-13471E02A227
E993B78C-73E2-4D96-8BF9-13471E02A227

HALUANRIAU.CO, SUMBAR - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Sumbar, dr. Pom Harry Satria mengonfirmasi sebanyak 35 orang dokter di Sumbar tengah dikarantina karena terinfeksi covid-19.

"Dokter yang terinfeksi covid-19, dan sekarang dalam proses karantina/rawatan di RS mencapai 35 orang," ungkap dr. Pom, kemarin.

Lebih lanjut ia menambahkan dari awal pandemi covid-19 di Sumbar diperkirakan sudah 60 dokter yang terpapar.

"Jumlah total untuk dokter yang telah sembuh dan sedang karantina/ rawatan di RS, angka pastinya kami dari IDI Sumbar masih pembaharuan bersama seluruh cabang se sumbar, namun perkiraan sudah mencapai 60 orang dokter yang terpapar covid di Sumbar (termasuk yang positif sekarang ini). Sampai hari ini, alhamdulillah tidak ada dokter yang meninggal disebabkan terinfeksi covid-19 di sumbar," jelasnya.

dr. Pom menjelaskan resiko dokter dan tenaga kesehatan (nakes) lainnya sangat tinggi untuk paparan covid-19.

"Resiko terpapar covid bagi nakes sangat tinggi. Dimana pada kondisi fasilitas APD yang tidak sesuai level standar APD dan pada kondisi rendahnya keterbukaan masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait perilaku protokol kesehatan, serta saat membutuhkan pelayanan kesehatan dari dokter dan nakes lainnya," papar dr. Pom

Resiko terpapar covid pada dokter dan nakes, sambungnya juga sangat terkait dengan beban kerja yang meningkat sehingga kondisi kesehatan dokter dan nakes pun melemah.

"Kita tidak bisa mencari solusi dengan penambahan tenaga dokter dan nakes dari luar Sumbar, karena semua provinsi di Indonesia juga menghadapi tantangan yang sama," kata dia.

Menurut dr. Pom pilihannya adalah pemberdayaan optimal dokter dan nakes yang ada di Sumbar. Oleh karenanya, ikut terpaparnya dokter dan nakes di Sumbar akan berdampak besar dengan berkurang nya kemapuan pelayanan kesehatan di RS & Puskesmas di Sumbar.

Hal tersebut ungkap dr. Pom terbukti dengan telah ditutupnya beberapa pelayanan di sejumlah rumah sakit di Sumbar sekarang ini.

Ia menambahkan jika kondisi tidak teratasi segera, kedepan akan ditemui kondisi layanan kesehatan yang semakin berkurang baik kualitas dan kuantitas nya.

"Termasuk di Sumbar, berkurangnya kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan akan terjadi karena peningkatan angka kesakitan yang dialami dokter dan nakes," pungkasnya.

Kepada seluruh dokter dan nakes di sumbar, IDI selalu mengimbau untuk memberikan kerja terbaik bagi masyarakat, dengan meningkatakan perlindungan diri melalui APD sesuai level, menjaga kesehatan pribadi dengan istirahat yang cukup, pola makan yang sehat.

IDI juga mengimbau kepada seluruh dokter dan nakes di Sumbar untuk bersama mengedukasi masyarakat sesuai keilmuan yang dimiliki untuk menghindari pemahaman yang salah terkait pandemi covid-19 ini di masyarakat. Selain itu juga selalu memberikan panutan bagi masyarakat dalam melaksanakan prilaku sesuai protokol kesehatan.

Kepada pemerintah daerah provinsi/ kabupaten/kota se sumbar, IDI mengimbau dan mendesak untuk menjadi panutan bagi masyarakat dalam melaksanakan seluruh kebijakan protokol kesehatan.

IDI mengimbau peran aktif keterlibatan tokoh agama dan tokoh adat yang menjadi panutan di sumbar untuk perubahan perilaku new normal bagi masyarakat.

"Kita sederhanakan pola pemahaman sekarang ini, bahwa pilihan terbaik sekarang adalah perubahan perilaku dalam mengadopsi protokol kesehatan kita semua.

IDI menyampaikan dengan perilaku 3 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) dan perilaku keterbukaan untuk menyampaikan keadaan pribadi anggota masyarakat mendukung traking serta memutus rantai penularan.

Karena dasar untuk menghadapi pandemi covid sekarang ini sampai ditemukan vaksin dan obat adalah partisipasi perilaku memutus rantai penularan," tutup dr. Pom. (*)

Sumber: Haluan Media Grup

Editor: Merinda Faradiantisy

Tags

Terkini

Riesca Rose: Saya Bukan Selingkuhan Sule!

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:10 WIB
X