Jaksa Klarifikasi 'Anak Buah' Syamsuar di Golkar dalam Perkara Rasuah Dana Bansos di Kabupaten Siak

- Senin, 24 Agustus 2020 | 14:23 WIB
IMG_20200824_232534
IMG_20200824_232534

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi Riau melakukan pemeriksaan terhadap Indra Gunawan. Mantan Ketua DPRD Kabupaten Siak itu diundang untuk diklarifikasi dalam perkara dugaan korupsi penyaluran dana hibah dan bantuan sosial, serta anggaran rutin di BPKAD Kabupaten Siak.

Saat dikonfirmasi, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Azazi tidak menampik adanya proses permintaan keterangan terhadap politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu. Pemeriksaan Indra dalam kapasitasnya sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Siak.

"Hari ini yang bersangkutan (Indra Gunawan, red) kami undang untuk diklarifikasi," ujar Hilman, Senin (24/8).

Indra Gunawan diyakini tidak sendiri. Selain dia ada sejumlah pihak lainnya yang menjalani proses yang sama. Hanya saja, Hilman mengaku tidak mengetahui siapa saja pihak yang diundang pada hari ini dalam perkara tersebut.

"Ada beberapa orang yang diklarifikasi. Siapa saja saya juga tidak begitu tahu," sebut mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) itu.

Dari informasi yang diperoleh, pemeriksaan Indra Gunawan masih terkait dengan tindak lanjut atas lima lebih laporan yang diterima Korps Adhyaksa beberapa waktu lalu terkait dugaan rasuah di Kabupaten Siak. Disinyalir, penyimpangan itu terjadi saat Syamsuar kala menjabat sebagai Bupati di Negeri Istana itu.

Dalam perjalanan perkaranya, sejumlah pihak telah diklarifikasi. Di antaranya, Yan Prana Jaya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau itu pernah beberapa kali diklarifikasi dalam kapasitas sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Kepala Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Siak. Teranyar, dia diperiksa pada Selasa (7/7). Saat itu dia diklarifikasi hampir tiga jam.

Tak hanya itu saja, Jaksa juga memintai keterangan Yurnalis selaku mantan Kabag Kesra Setdakab Siak yang kini menjabat Kaban PMDCapil Provinsi Riau. Serta Andi Darmawan selaku pegawai di Bidang Penelitiaan dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Siak.

Dalam penanganan perkara ini, Kejati Riau juga mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak. Di antaranya dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengirimkan papan bunga. Papan bunga itu dipajang di depan pintu masuk kantor Jalan Jenderal Sudirman terlihat, Rabu (15/7) malam. Papan dengan latar warna merah bertuliskan "Selamat Kejati Riau Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Siak 2015-2018.

Kemudian, dari massa Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (GMPR) saat menggelar unjuk rasa di depan kantor Kejati Riau, Senin (20/7) kemarin. Aksi ini sebagai dukungan kepada Kejati agar mengusut tuntas perkara dugaan rasuah tersebut.

Bahkan dalam aksi itu, mereka menyampaikan, berdasarkan temuan dari BPK Perwakilan Riau menemukan dugaan penyimpangan pengalokasian anggaran belanja dana hibah tahun 2011-2013 senilai Rp56,7 miliar. Lalu, dugaan penyimpangan di Dinas Cipta Karya sebesar Rp1,07 miliar dan di Setdakab Siak sebesar Rp40,6 miliar.

Penulis : Dodi Ferdian

Editor: Dodi Ferdian

Terkini

X