Warga Dengar Ledakan Keras, Pabrik Ban Bekas Terbakar

- Selasa, 18 Agustus 2020 | 14:43 WIB
EF77DA1B-5BF7-483A-9FA9-3C33A3923893
EF77DA1B-5BF7-483A-9FA9-3C33A3923893

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kepulan asap hitam membumbung tinggi, hingga terlihat dari berbagai penjuru Kota Pekanbaru, Selasa (18/8).

Asap itu berasal dari sebuah pabrik pengolahan ban bekas yang terbakar, tepatnya di Jalan Pemuda Ujung Kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekaki.

Warga setempat heboh dengan kejadian itu, bagaimana tidak, suara gemuruh api melahap ban bekas itu begitu keras ditambah lagi asap hitamnya.

Muhammad Nasir mendengar suara ledakan keras dari dalam pabrik itu, ketika itu ia bersama keluarganya tengah duduk santai didalam rumah.

"Ada ledakan yang keras, kami langsung keluar mencari sumber suaranya, ternyata berasal dari pabrik," kata Nasir.

Diceritakan Nasir, hari ini adalah hari pertama pabrik itu beroperasi setelah vacum disebabkan wabah Covid 19. Dilahan pabrik seluas 1 hektare lebih itu terdapat ban bekas tersusun ditengah lapangan.

"Baru kerja orang nih, hari pertama. Mungkin suara ledakan nya berasal dari mesin pabrik yang dipanaskan," tukasnya.

Sementara itu, sebanyak tujuh mobil pemadam kebakaran sudah berada dilokasi kebakaran untuk memadamkan api.

Hingga pukul 13.00WIB api masih menyala besar dan kepulan asap hitam masih membumbung tinggi. Petugas pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan api yang terus membesar.

Hembusan angin yang kencang menyulitkan petugas memadamkan api. Selain itu ribuan bas bekas untuk pengolahan yang berada di belakang pabrik membuat api semakin nyala dan sulit dijinakkan.

Wakapolresta Pekanbaru AKBP Yusup Rahmanto, didampingi Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Awaludin Syam tampak turun langsung ke lokasi kejadian.

"Pabrik ini tempat pengolahan ban bekas. Sampai saat ini petugas pemadam masih berusaha menjinakkan api," kata Wakapolresta Pekanbaru AKBP Yusup Rahmanto, di lokasi kejadian.

Pihak nya belum dapat memastikan sumber api yang membakar pabrik dengan luas lebih kurang setengah hektare itu. Namun dugaan awal api berasal dari reaktor salah satu tungku pemasak ban.

"Diduga karena tungku terlalu panas, sehingga terjadi kebakaran," jelasnya.

Yusup menyebut, sudah delapan unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan hingga pukul 13.00WIB. Pihaknya akan segera melakukan penyidikan terkait kebakaran hebat tersebut.

"Untuk kerugian materi kita belum bisa pastikan, karena petugas masih bekerja. Untuk korban jiwa hingga saat ini tidak ada," tambahnya.(*)

Reporter : Akmal

Editor: Merinda Faradiantisy

Tags

Terkini

Bens Leo Tutup Usia Akibat Infeksi Covid-19

Senin, 29 November 2021 | 11:58 WIB

Imam Mushola Cabuli Gadis 12 Tahun Hingga 2 Kali

Sabtu, 27 November 2021 | 14:36 WIB

Sempat Tertunda, Velove Vexia Resmi Lepas Masa Lajang

Selasa, 23 November 2021 | 20:29 WIB
X