Sadis!! Curas Beraksi Pakai Senpi, Korban Diikat Lalu Dibuang dan Mobil Dibakar

- Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:29 WIB
25C9978D-DFB0-4E46-8CDF-9A6B7251C8CE
25C9978D-DFB0-4E46-8CDF-9A6B7251C8CE

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Empat dari enam pelaku Direktorat Reskrim Umum (Ditkrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Dua pelaku saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Komplotan ini tak segan-segan menggunakan senjata api dalam melumpuhkan korbannya. Pelaku sudah merencanakan aksinya, sehari sebelum beraksi telah melakukan survei terhadap korban.

Direskrimum Polda Riau Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan bahwa korban merupakan karyawan diperusahaan yang menyediakan barang sembako yang baru saja mengambil tagihan di daerah Kampar, inisial RZ.

Empat pelaku yang ditangkap yakni FM alias Faksi yang ditangkap di Way Kanan Lampung, ia berperan sebagai pelaku utama dan juga menembak korban.

Lalu, EH alias Kehen ditangkap di Kecamatan Tapung yang berperan melakukan survei dan menyediakan sepeda motor dan juga sopir pick up.

Kemudian WL alias Walet ditangkap di Kecamatan Tapung yang ikut berperan membakar mobil. Dan WY alias Minak ditangkap ndi Kecamatan Rumbioa yang menyediakan tempat untuk membagi hasil kejahatannya.

"Yang dalam pengejaran yakni RF alias Fian dan PW alias Pur," kata Zain saat ekspos yang didampingi Kabid Humas Polresta Pekanbaru Kombes Pol Sunarto, Selasa (11/8).

Korban ketika itu mengendarai mobil jenis Avanza hendak pulang ke Pekanbaru membawa sejumlah uang hasil tagihan dari beberapa toko.

Setiba di Jalan Raya Danau Bingkuang-Pekanbaru Kecamatan Tambang, Kampar, satu unit mobil jenis pick up menghalangi laju kendaraan korban.

"Setelah laju kendaraan berkurang karena dihalangi mobil pick up itu. Datang lagi pelaku dari samping pakai roda dua yang berboncengan, pelaku langsung menembak korban," jelasnya.

Akibatnya, korban mengalami luka dibagian rahang sebelah kanan. Korban pun menyadari bahwa dirinya terluka dan menepikan kendaraan nya.

"Pelaku langsung masuk kedalam mobil korban, merampas tas korban yang berisikan uang tunai," jelasnya lagi.

Tak sampai disitu, korban bersama mobilnya digiring ke area perkebunan karet di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang. Disana, korban diikat dengan kondisi mulut dilakban, lalu ditinggalkan.

Sementara mobil korban dibawa ke lokasi yang berbeda untuk menghilangkan jejak lalu dibakar. "Mobil korban dibakar di perkebunan sawit Desa Petapahan untuk menghilangkan jejak," tukasnya.(*)

Reporter : Akmal

Editor: Merinda Faradiantisy

Terkini

Kisah Cinta Abadi Rima Melati dan Frans Tumbuan

Kamis, 23 Juni 2022 | 17:30 WIB

Artis Senior Rima Melati Meninggal Dunia

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:26 WIB

Pegadaian Mengetuk Pintu Langit di Bulan Juni

Jumat, 10 Juni 2022 | 17:55 WIB

UAS Dideportasi Dari Singapura, Ada Apa?

Selasa, 17 Mei 2022 | 14:07 WIB
X