Perjalanan Geologi Bersama SKK Migas dan Chevron ke Sumatera Barat

- Senin, 9 Desember 2019 | 23:18 WIB
Perjalanan Geologi ke Sumatera Barat bersama SKK Migas dan Chevron
Perjalanan Geologi ke Sumatera Barat bersama SKK Migas dan Chevron

PEKANBARU (HR)-Geologi minyak Bumi, adalah salah-satu cabang ilmu geologi untuk mengetahui keberadaan minyak Bumi di bawah tanah kemudian mengeksplorasi dan memproduksinya. Secara umum ada dua jenis geologi minyak Bumi, yaitu geologi eksplorasi minyak Bumi yang mencakup pencarian minyak Bumi dan geologi produksi minyak Bumi.

Produksi minyak Bumi dalam bidang perminyakan bukan diartikan untuk membuat minyak Bumi, tetapi hanyalah membuat fasilitas untuk mengalirkan minyak Bumi dari bawah tanah ke atas permukaan tanah, dengan menggunakan pemboran dan pompa-pompa.

Minyak bumi, tersusun dari senyawa hidrokarbon yang berbeda-beda. Perbedaan ini tergantung dari faktor umur, suhu pembentukan dan cara pembentukannya. Senyawa hidrokarbon yang paling banyak ditemukan biasanya, adalah Alkana. Tetapi ada juga senyawa lainnya, seperti Sikloalkana dan Hidrokarbon Aromatik.
Di dalam minyak bumi juga terdapat unsur kimia lainnya, seperti Sulfur, oksigen, nitrogen, dan unsur logam.

Minyak bumi atau bahasa latinnya ‘Petroleum‘ ini sering disebut dengan emas hitam. Sebab, tertimbun di bawah tanah dan memiliki harga yang cukup mahal jika dipasarkan. Minyak bumi ini sering diolah menjadi bahan bakan yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari manusia.

Beruntungnya Provinsi Riau memiliki sumber daya alam migas tersebut, sehingga perlu dijaga dan ditelusuri bagaimana sejarahnya, agar rasa cinta terhadap negeri yang konon katanya ' Di atas minyak, di bawah minyak ini' semakin tinggi dan memunculkan rasa cinta kepada Sang Pencipta.

Perjalanan menelurusi migas tak lepas dari beberapa jenis batuan. Untuk itulah SKK Migas-PT Chevron Pacific Indonesia menggelar acara Geology Trip bersama 14 jurnalis dari berbagai media di Provinsi Riau. Napak tilas dimulai dari Bangkinang, Kabupaten Kampar hingga ke beberapa lokasi di Sumatera Barat. Sepanjang perjalanan indah ini, penjelasan detail disuguhkan Earth Scientist PT Chevron Agus Susianto.

Tujuannya, adalah memberikan bekal ilmu tentang bagaimana proses terbentuknya migas sehingga menambah khasanah jurnalis dalam berfikir pastinya.

Formasi Petani di Bangkinang

Pengetahuan pertama bagi jurnalis, adalah Formasi Petani yang berada di wilayah sebelah timur dari antiklin Bangkinang ini berumur Miocene hingga Pliocene berfungsi sebagai analog dari Formasi Petani yang ada di bawah permukaan yang berfungsi sebagai timbunan dan juga sebagai batuan tudung dari sistem hidrokarbon di Cekungan Sumatera Tengah.

Dalam ilmu geologi, formasi petani karena dulunya di teliti dan ditemukan di sekitar wilayah penduduk pertanian. Sementara formasi berada di kawasan timur anticlinne Bangkinang ini. Namun, sahle anticline seperti ini bisa banyak ditemukan di Sumatera tengah dan juga di tempat lainnya,.

Sedangkan Shale mengacu pada batuan sedimen klastik berbutir halus, berlapis, yang kaya akan bahan organik. Shale gas, adalah gas alam yang terperangkap di dalam formasi shale karena karakteristik kedap shale sehingga kami membutuhkan fraktur untuk memberikan permeabilitas yang dapat dibuat secara alami atau buatan.

Menurut studi Cekungan Sumatera Tengah diikat ke barat daya oleh pengangkatan geanticlinal Pegunungan Barisan dan busur vulkanik, ke utara oleh busur Asahan, ke tenggara oleh ketinggian Tigapuluh, dan ke timur oleh kraton Sunda.

PLTA Kotopanjang Basemen Greywacke

Singkapan Basemen greywacke, adalah salah-satu contoh singkapan basemen atau batuan dasar dicekungan Sumatra Tengah yang berfungsi sebagai alas cekungan. Batuan ini berumur Karbon hingga Permian. Batuan ini berasal dari Gondwana Landyakni dulu pada saat batuan terbentuk masih menyatu dengan benua Australia. Batuan ini kemudian bergerak ke daerah katulistiwa pada umur Jurassic hingga Cretaceous.

Ini, adalah batuan sedimen yang belum matang secara tekstur yang umumnya ditemukan di lapisan Paleozoikum. Butir yang lebih besar dapat berukuran pasir hingga kerikil dan material matriks umumnya merupakan lebih dari 15% volume. Istilah "greywacke" dapat membingungkan. Karena, dapat merujuk pada aspek batu yang belum matang (fragmen batuan) atau komponen butiran halus (tanah liat). Konon, batu ini berasal dari Australia. "Induknya ada di Australia, oleh karena pergeseran bumi, maka beberapa bagian sampai di Sumatera,"ujar Agus.

Greywacke sebagian besar berwarna abu-abu, coklat, kuning atau hitam, batu pasir berwarna kusam yang dapat terjadi di lapisan tebal atau tipis bersama dengan serpih dan batu kapur. Mereka berlimpah di Wales, selatan Skotlandia, Longford Massif di Irlandia dan Taman Nasional Distrik Danau Inggris mereka menyusun sebagian besar pegunungan Alpen utama yang membentuk tulang punggung Selandia Baru; batupasir yang diklasifikasikan sebagai greywacke feldspathic dan lithic telah diakui di Ecca Group di Afrika Selatan.

Mereka dapat mengandung berbagai macam mineral yang sangat besar, yang utama adalah kuarsa, orthoclase dan feldspar plagioklas, kalsit, oksida besi dan grafit, hal-hal berkarbon, bersama-sama dengan (dalam jenis kasar) fragmen batuan seperti felsite, chert, slate, gneiss, berbagai sekis, dan kuarsit. Di antara mineral lain yang ditemukan di dalamnya adalah biotit, klorit, turmalin, epidote, apatit, garnet, hornblende, augit, sphene, dan pirit. Bahan penyemenan dapat berupa silika atau argil dan kadang-kadang berkapur.

Tanjung Balit

Berkunjung ke Tanjung Balit terdapat Grup Sihapas, yakni Singkapan batuan Grup Sihapas adalah salah satu contoh singkapan Sihapas yang muncul di permukaan. Grup Sihapas ini terdiri-dari gabungan kelompok formasi batuan sedimen yang diendapkan pada umur Awal Miocene di lingkungan laut dangkal yang didominasi oleh lapisan lapisan batupasir kuarsa berukuran halus hingga kasar. (bersambung)

 

 

Reporter: Erma Sri Melyati

Editor: Eka Buana Putra

Terkini

Kisah Cinta Abadi Rima Melati dan Frans Tumbuan

Kamis, 23 Juni 2022 | 17:30 WIB

Artis Senior Rima Melati Meninggal Dunia

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:26 WIB

Pegadaian Mengetuk Pintu Langit di Bulan Juni

Jumat, 10 Juni 2022 | 17:55 WIB

UAS Dideportasi Dari Singapura, Ada Apa?

Selasa, 17 Mei 2022 | 14:07 WIB
X