Investor Korea Minat Kelola Sampah

- Kamis, 3 Oktober 2019 | 11:46 WIB
pembangkit listrik tenaga sampah
pembangkit listrik tenaga sampah

PEKANBARU (HR)- Investor dari Negara Korea berminat mengelola sampah Pekanbaru menjadi energi listrik.

Kepala Bagian Humas Setdako Pekanbaru, Masirba H. Sulaiman, mengatakan nilai investasi yang rencananya ditanamkan sebesar $ 200 juta USA. "Ini kunjungan yang kedua mereka lakukan, karena keseriusan mereka untuk pengolahan sampah menjadi energi alternatif yang masuk dalam Peraturan Pemerintah 35 tahun 2018 tetang energi terbarukan," katanya.

Investor asal Korea itu sebelumnya sudah melakukan kajian di wilayah Batam. Setelah itu mereka melakukan kajian di Kota Pekanbaru terkait pengelolaan sampah. "Pekanbaru masuk dalam 18 daerah di Indonesia, maka mereka dari Batam, kemudian Batam sedang mereka Feasibility Study, bulan ini mereka FS di Pekanbaru. Mereka ini FS nya biaya sendiri. Hasilnya diperkirakan bulan April, itu akan dipersentasekan lagi, di situ nanti baru kita dilihat untuk kelanjutan dari pada hasil mereka ini," jelas Irba.

Dalam pertemuan yang diadakan, ada regulasi baru yang disampaikan kepada investor, sebagaimana informasi yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). "Kita ada regulasi baru seperti informasi dari DLHK tadi, pemerintah ada memberikan insentif kepada daerah, kalau tidak salah itu lebih kurang 500 ribu insentif yang diberikan perton untuk pengolahan (sampah) ini. Artinya ketika ada pihak ketiga yang datang ke kita, kita tidak memberatkan APBD lagi. Seperti arahan pak wali beberapa waktu lalu," jelasnya.

"Silahkan siapa saja yang berinvestasi, silahkan siapa saja yang berinovasi, hindari APBD. Kita terima siapa saja yang berinvestasi untuk kebaikan kita. Namun, kalau itu memberatkan APBD, ya mungkin mohon maaf saja, karena APBD kita juga terbatas atau mungkin ada prioritas-prioritas lainnya," sambungnya.

Dalam kesempatan itu disampaikan juga dengan volume sampah diatas 1.000 ton, diperkirakan investor Korea bisa menghasilkan lebih kurang 24 MegaWatt. "Regulasi-regulasi ini yang akan kita cocokkan dengan regulasi dari pemerintah pusat. Nanti jangan setelah dihasilkan, PLN tidak mau beli. Tapi mereka ada solusi. Seandainya PLN tidak mau beli listriknya, bisa jadi bahan baku. Bisa mengganti batu bara, bisa diesel dan lainnya," jelasnya.

Sekretaris DLHK Kota Pekanbaru, Elmawati, menjelaskan sedikitnya setiap hari produksi sampah yang dihasilkan warga Pekanbaru lebih dari 1.000 ton. 800 ton di antaranya dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA muara fajar. Sisa sampah yang tidak dibuang ke TPA, kemungkinan didaur ulang atau diambil pemulung. Namun untuk catatan data pembuangan sampah ke TPA setiap harinya yang masuk ke DLHK Kota Pekanbaru adalah 800 ton.

Saat ini seluruh sampah yang dibuang ke TPA ditampung di lahan seluas 5 Ha. Namun kemungkinan jika sampah yang ada tidak diolah lagi atau dibiarkan menumpuk begitu saja, 5 tahun mendatang TPA akan segera penuh. Pemko Pekanbaru tentu harus mencari lahan lain untuk TPA baru. "Kita sangat bersyukur jika memang ada pihak lain yang menawarkan jasa pengolahan sampah," tutupnya.(her)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

Bens Leo Tutup Usia Akibat Infeksi Covid-19

Senin, 29 November 2021 | 11:58 WIB

Imam Mushola Cabuli Gadis 12 Tahun Hingga 2 Kali

Sabtu, 27 November 2021 | 14:36 WIB

Sempat Tertunda, Velove Vexia Resmi Lepas Masa Lajang

Selasa, 23 November 2021 | 20:29 WIB
X