Komisi IV: Cepat Padamkan Api!

- Senin, 23 September 2019 | 10:41 WIB
zz
zz

JAKARTA (HR)- Komisi IV DPR RI meminta pemerintah bergerak cepat memadamkan api di daerah-daerah yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Komisi IV juga meminta pemerintah menyuplai alat-alat yang memadai ke daerah-daerah tersebut.

"Pemerintah juga harus menyuplai peralatan yang memadai bagi setiap desa-desa yang berdekatan dengan kebakaran hutan dan lahan. Tidak perlu saling menyalahkan saat ini. Yang utama adalah memadamkan api secepat mungkin agar asap segera berhenti, udara sehat sangat mahal saat ini," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan kepada wartawan, Sabtu (21/9).

Daniel mengatakan di tengah dahsyatnya kemarau dan karhutla semua pihak, baik pemerintah pusat, provinsi dan kota, harus bekerja ekstra. Dia juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengalokasikan dana khusus untuk kebutuhan pemadaman. "Untuk sekian kalinya, kita juga meminta agar KLHK dan BNPB langsung mengalokasikan dana khusus untuk kebutuhan pemadaman, mengerahkan water booming di titik hotspot yang tinggi dan merekayasa hujan buatan. Kementerian kesehatan untuk langsung menyalurkan masker, tabung oksigen ke desa-desa terdampak," ucap politikus PKB itu.

Daniel mengaku bahwa PKB juga menugaskan kadernya di daerah-daerah yang terdampak karhutla untuk ikut membantu memadamkan api. Secara khusus, Daniel meminta pemerintah tegas menindak pelaku karhutla. "DPP PKB juga sudah menginstruksikan jajaran PKB di daerah-daerah yang terdampak untuk turun langsung ikut memadamkan karhutla bersama masyarakat, membagikan masker, membuka posko sehat bagi warga agar tidak ada korban jiwa. Pastikan klinik kesehatan dan rumah sakit berjalan baik dan membantu mengevakuasi warga ke daerah yang aman," tuturnya.

"Dan sangat penting oknum, pelaku, siapapun yang diketahui melakukan pembakaran lahan secara sengaja agar dihukum seberat-beratnya sesuai dengan UU yang berlaku karena dampaknya sangat dahsyat," imbuh Daniel.

Diberitakan sebelumnya, karhutla tak hanya berdampak terhadap menurunnya kualitas udara. Di Jambi, karhutla sampai membuat langit di sana memerah. Langit di Kabupaten Muaro Jambi memerah pada Sabtu (21/9) siang karena sinar matahari terhalang kabut asap. Kualitas udara di Kota Jambi pun masuk kategori berbahaya pada malam harinya.

Asap Pekat
Warga Kota Jambi tak melihat sinar matahari sepanjang Minggu (22/9), karena terhalang kabut asap yang kian pekat di langit kota. Sejumlah warga menyebut konfidi kali ini melebihi dari fenomena serupa pada 2015. "Saya bisa pastikan mungkin kabut asap yang terjadi Minggu ini lebih parah dari fenomena kabut asap tahun 2015. Saya kira ini lebih pekat dari dulu," kata Hendra, salah seorang warga Jambi yang juga ASN di kota itu.

Sudah beberapa hari ini, tidak ada terik matahari menerpa bumi Kota Jambi yang diganti dengan asap berwarna abu-abu di jalanan. Bahkan sejak pukul 15.00 WIB hingga sore hari, langit Jambi berubah menjadi kuning akibat kabut asap itu. Hal sama juga diungkapkan beberapa warga lainnya yang mengaku suasana pada Ahad sudah mirip dengan kejadian kabut asap pada 2015 lalu. "Ya hampir mirip, bahkan di daerah Kumpeh Muarojambi , Sabtu kemarin langit di sana sampai memerah, dan kendaraan harus menggunakan lampu besar," kata Nana, warga Kota Jambi lainnya.

Hal sama di Kota Jambi pada Ahad sore, sejumlah kendaraan roda empat menyalakan lampu kabut untuk memastikan aman di jalanan. Tebalnya kabut asap juga 'menghilangkan' Jembatan Gentala Arasy yang membentang di atas Sungai Batanghari tepatnya di depan rumah dinas Gubernur Jambi. Jembatan untuk pejalan kaki yang merupakan ikon Kota Jambi tersebut nyaris tak terlihat mata saat dilihat dari dekat Pasar Angso Duo Kota Jambi karena tebalnya kabut asap.

"Mungkin ini kabut asap paling pekat dalam beberapa hari terakhir ini di Kota Jambi, langit juga menguning. Saya berharap besok tidak lebih parah dan segera turun hujan," kata Hendra.

Karena memiliki pengalaman dengan kabut asap 2015, Hendra mengaku telah menyiapkan langkah untuk keluarganya, terutama anaknya yang masih kecil. Ia melarang putranya beraktifitas di luar, bahkan ia meminta untuk tetap di dalam kamar. "Saya minta anak saya di dalam kamar, untuk menjamin agar tetap aman dari asap," katanya.

Sementara itu Pemerintah Kota Jambi melalui juru bicara yang juga Kabag Humas Abu Bakar merilis perkembangan indek standar pencemaran udara (ISPU) setiap waktu dan dipublikasikan melalui media sosial maupun media massa dan online. Data realtime tersebut disampaikan berdasarkan parameter PM2.5. Seperti laporan pukul 15.30 WIB, pada Minggu (22/9) parameter PM2.5 nilai konsentrasinya 531 , di atas baku mutu atau kategori bahaya.(dtc/rol)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

Riesca Rose: Saya Bukan Selingkuhan Sule!

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:10 WIB
X