Mitsubishi Masih Enggan Pasarkan i-Miev

- Kamis, 5 September 2019 | 10:42 WIB
03 05-09 Jajaran Managemen Mitsubishi saat memperkenalkan salah satu kendaraan elektrifikasi, Outlander PHEV.jpeg
03 05-09 Jajaran Managemen Mitsubishi saat memperkenalkan salah satu kendaraan elektrifikasi, Outlander PHEV.jpeg

JAKARTA (HR) - Melalui ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) kembali memamerkan dua model kendaraan elektrifikasi andalannya. Outlander PHEV yang sudah resmi dijual pada gelaran GIIAS 2019 lalu, dan i-MiEV yang merupakan pionir dari kendaraan listrik pabrikan berlogo tiga berlian.

Meski begitu, sampai sekarang rupanya Mitsubishi masih enggan memasarkan city car bertenaga listrik tersebut. “Kami memang enggak ada rencana untuk menjual i-Miev, dan itu kan city car. Kalau Outlander PHEV kan SUV, lebih cocok untuk medan di Indonesia,” ujar Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI Irwan Kuncoro, Rabu (4/9).

Selain itu, yang membuat Mitsubishi belum mau menjual i-MiEV karena faktor kesiapan infrastruktur. Seperti diketahui, model tersebut merupakan full electric car. Sehingga hanya mengandalkan isi ulang daya listrik agar bisa berjalan jauh.

“Karena keterbatasan di Indonesia, juga infrastuktur belum siap. (Takutnya) kalau jual mobil listrik malah menyusahkan pelanggan, hal ini menjadikan Outlander PHEV paling ideal,” ungkap Irwan di sela-sela pameran IEMS 2019. Di samping mengenalkan dua model unggulannya, kesempatan ini turut dimanfaatkan Mitsubishi untuk mengenalkan replika fasilitas pengisian daya kendaraan listrik dengan spesifikasi model Type 1.

Peralatan ini merupakan fasilitas pengisian daya yang secara otomatis didapatkan oleh konsumen Outlander PHEV. Di booth Mitsubishi di IEMS 2019 juga terdapat replika panel surya yang merupakan energi baru terbarukan sebagai salah satu alternatif untuk pengisian daya kendaraan listrik.

Diharapkan dengan aturan Perpres No. 55 tahun 2019 tersebut, dapat menurunkan harga jual kendaraan listriknya. “Keppres tentu menguntungkan, tanpa ini mungkin (industri) tidak pada bergerak. Yang jelas bagaimana harganya agar bisa terjangkau,”paparnya.

Meski begitu, menurut Irwan sampai sekarang pihaknya belum ada kejelasan soal tarif. Harga Outlander PHEV pun masih dibanderol Rp 1,289 miliar, sama seperti saat muncul di GIIAS 2019.

“Angka-angkanya saat ini memang belum ada. Harusnya dengan keluarnya Keppres, ini kan arahan, nanti semua akan bergerak. Tujuan (insentif) memang untuk menurunkan harga mobil listrik, dan juga pengembangan infrastruktur,” jelasnya.

Irwan juga mengatakan, mahalnya harga Outlander PHEV merupakan imbas dari aturan pajak yang belum menguntungkan mobil listrik. “Harga itu termasuk 40 persennya PPnBM (pajak barang mewah), 10 sampai 11 persen impor duty, dan 12 persen BBN (Bea Balik Nama),”pungkasnya.

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

Buntut Aksi Jewer, Edy Rahmayadi Bakal Dipolisikan

Rabu, 29 Desember 2021 | 16:42 WIB
X