Zico: Pemda Diminta Liburkan Sekolah

- Kamis, 8 Agustus 2019 | 09:54 WIB
a
a

PEKANBARU (HR)- Pemerintah harus cepat mengambil kebijakan meliburkan anak sekolah, jika kabut asap yang melanda Riau semakin membahayakan kesehatan.

Penegasan ini disampaikan pengusaha muda Zico Basko, Rabu (7/8). Seperti diketahui kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa minggu ini menyebabkan memburuknya udara yang disebabkan asap pembakaran.

Pemerintah daerah pun telah menyatakan Riau status siaga darurat asap. "Jika kondisi udara sudah masuk pada taraf membahayakan, pemerintah daerah melalui dinas pendidikan harus segera mengambil langkah dengan meliburkan anak sekolah. Ini penting dilakukan, jangan sampai anak-anak yang daya tubuhnya rentan terpapar ISPA," tukas Zico, begitu ia akrab disapa.

Seperti diberitakan, kualitas udara di beberapa wilayah Riau setiap harinya belum juga ada perubahan. Terutama pada pagi hari hingga siang, Polutan Standart Indeks (PSI) untuk beberapa wilayah di Riau berada di batas 155-233 PSI. Ini menandakan kualitas udara di sebagian wilayah Riau tidak sehat.

Selain di Pekanbaru, daerah dengan kualitas udara tidak sehat yang PSI nya di atas 200, Duri Bengkalis 229, Dumai PSI 225, Minas Siak 155. Jika PSI di bawah 200 kualitas udara juga tidak sehat namun bisa beraktivitas di luar dengan menggunakan masker.

Sementara itu, dari data konsentrasi PM 10 Badan Meteoroligi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) angka PM 10, pada dua hari lalu mencapai 133.59 organ/m3. Ini menandakan kualitas udara hampir mencapai angka 150 tidak sehat. Sementara itu, dari data Dinas Kesehetan Provinsi Riau, jumlah masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Riau penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga tanggal 5 Agustus mencapai 2.611 orang. Terbanyak penderita ISPA di Kabupaten Siak sebanyak 551 orang.

Untuk penderita ISPA di Pekanbaru mencapai 532 orang, Pelalawan 281 orang, Kampar 433 orang, Kota Dumai 507 orang, Rohul 108 orang, Inhil 114 orang dan Kabupaten Bengkalis 86 orang. "Pemerintah jangan sampai telat mengambil kebijakan meliburkan siswa. Ini penting menjadi perhatian, sebagai antisipasi jangan sampai para siswa banyak yang terpapar ISPA," ujar Zico.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Minang Riau ini juga meminta kepada pemerintah daerah beserta stakeholder, terutama Satgas jangan pernah kendur dalam upaya memadamkan karhutla. Upaya dan kerja maksimal harus terus dilakukan. Kerahkan seluruh potensi yang ada. Jangan sampai gagal memadamkan karhutla.

Sebagaimana diketahui, karhutla terjadi karena faktor manusia. Persoalan sesungguhnya karhutla juga harus ditangani dengan maksimal. "Kita hormati upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh Gakkumdu, tapi kita berharap penangkapan terhadap pelaku adalah aktor atau dalang sesungguhnya dari pembakaran lahan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab," akhir Zico. (don)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

Riesca Rose: Saya Bukan Selingkuhan Sule!

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:10 WIB
X