Pro Kontra Terkait Rencana Relokasi, Pemindahan Bandara SSK II tak Perlu

- Kamis, 4 Juli 2019 | 09:38 WIB
01 FOTO HL
01 FOTO HL

PEKANBARU (HR)- Adanya wacana relokasi Bandar Udara (Bandara) Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat. Perlu kajian mendalam, apakah wacana itu bisa direalisasikan atau dibatalkan.

Wacana itu diketahui telah lama ada, dan kembali disinggung saat pertemuan yang dilakukan Gubernur Riau Syamsuar dengan Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi. Audiensi itu digelar di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (2/7) kemarin.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Riau, Taufik Arrakhman, memberikan pandangannya. Menurut Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, pemindahan itu tidak perlu dilakukan. Apalagi Bandara SSK terletak di pusat Kota Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau. "Lokasi bandara kita strategis. Melihat dari efisiensinya, aktivitas masyarakat yang naik dan turun di bandara lebih mudah," ujar Taufik kepada Haluan Riau, Rabu (3/7).

Saat ini, sebut dia, Bandara SSK II berada di areal Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (Rsn) yang berada di pusat kawasan pemukiman di Pekanbaru. Sejatinya, yang dipindahkan itu adalah Lanud Roesmin Nurjadin, bukan Bandara SSK Pekanbaru. "Ada banyak faktor yang menyebabkan pemindahan Lanud lebih rasional dibandingkan pemindahan bandara komersil," lanjut Legislator asal Kota Pekanbaru itu.

Adapun faktor yang dimaksudnya, pertama terkait dari sisi aset negara yang ada di Lanud Roesmin Nurjadin. Taufik melihat bahwa Lanud memiliki perlatan yang bernilai ekonomis tinggi dan juga persenjataan yang mematikan. Keberadaannya di pusat keramaian masyarakat menurutnya sangat beresiko. "Untuk itu kita lebih sarankan yang dipindahkan adalah Lanud," kata Taufik.

Selanjutnya, pemindahan bandara ke luar Pekanbaru juga dianggap tidak strategis. Karena ini akan menyulitkan pengguna jasa angkutan udara dalam segi aksesibilitas. "Kalau jauh, justru mempersulit masyarakat. Ini terjadi di beberapa daerah di Indonesia," imbuh dia.

Terpisah, Mansyur HS memberikan pandangan yang berbeda. Anggota DPRD Riau dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memberikan dukungannya terkait rencana relokasi bandara itu. Menurut Mansyur, adanya wacana tersebut sudah ada sejak lama. Hal itu melihat perkembangan Kota Pekanbaru pada khususnya, dan Provisi Riau pada umumnya.

"Kalau kita lihat provinsi lain, rata-rata bandaranya itu tidak di ibukota provinsi. Terakhir kita lihat Jawa Barat, dibangun yang baru kan pindah ke Kertajati. Jawa Timur juga begitu, di luar Surabaya. Sulawesi Selatan tidak di Makassar, tapi di Maros," beber Legislator asal Kota Pekanbaru itu.

Lebih lanjut dikatakannya, ada sejumlah daerah di Riau, yang berpotensi menjadi lokasi bandara yang baru. Lokasi tersebut juga pernah mencuat sebelumnya. "Kan ada beberapa wacana itu, antara Pekanbaru, Pelalawan dan Siak. Jadi yang tiga itu. Tapi kan kemudian ada juga wacana di Kabupaten Kampar," ujar Mansyur.

"Waktu itu yang pernah menyampaikan, kalau gak salah di zamannya Pak Andi Rahman, dan juga Pak Wali Kota (Wako Pekanbaru Firdaus, red) juga pernah menyampaikan hal yang serupa," sambung dia.

Kendati setuju dengan rencana itu, Mansyur memberikan pandangan lain. Menurut dia, rencana itu tidak bisa direalisasikan dalam waktu dekat. "Ini memang butuh waktu minimal 15 tahun untuk memindahkan atau membangun bandara baru. Karena, pertama terkait pembebasan lahan. Kedua terkait anggaran. Terakhir, juga terkait pengelolaanya. Apakah konsorsium, apakah Angkasa Pura saja, atau lainnya. Ini yang perlu dimatangkan. Makanya butuh waktu," pungkas Mansyur HS.

Tunggu Pusat

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau belum menetapkan lokasi baru Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Padahal wacana relokasi bandara ini sudah diusulkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Gubri Syamsuar mengatakan untuk penetapan lokasi relokasi Bandara SSK II akan ada tim Kemenhub melakukan kajian. "Relokasi ini nanti ada kajiannya. Nanti tim kajian pusat yang menentukan lokasinya. Kemarin pak Menteri Perhubungan sudah meminta staf menteri untuk turun membawa tim konsultan," kata Syamsuar, Rabu (3/7).

Karena itu, Syamsuar menyatakan sampai saat ini belum ada gambaran kabupaten/kota mana yang akan dijadikan pilihan untuk relokasi Bandara SSK II Pekanbaru. "Belum ada gambaran daerah mana. Sabar dululah. Karena ini program jangka panjang bukan berarti nanti tim turun langsung pindah," ungkapnya.

Untuk itu, Syamsuar menegaskan Bandara SSK II Pekanbaru saat ini tetap akan digunakan sampai nanti adanya relokasi bandara. "Yang jelas kita usulkan dulu, karena rencana di pusat belum ada. Sementara kita sudah ada kesepakatan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan). Dan pak Walikota Pekanbaru juga menyampaikan bahwa bandara saat ini tak bisa dikembangkan karena ini menyangkut pembebasan lahan. Selain itu bandara mengganggu karena berada di kota. Karena itu pak Walikota mengusulkan ke kami (Pemprov Riau) agar bandara sekarang dapat direlokasi," tutupnya.(dod/nur)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

UAS Dideportasi Dari Singapura, Ada Apa?

Selasa, 17 Mei 2022 | 14:07 WIB

Marcello Tahitoe Resmi Jadi Vokalis Baru Dewa 19

Senin, 28 Februari 2022 | 22:41 WIB
X