Usut Pengalihan Agunan Kredit di Bank BJB Pekanbaru, Jaksa Harap Indra Oesmar Gunawan Hutahuruk Kooperatif

- Minggu, 30 Juni 2019 | 12:32 WIB
IMG_20190613_135536_compress42
IMG_20190613_135536_compress42

PEKANBARU (HR)-Indra Oesmar Gunawan Hutahuruk diharapkan kooperatif memenuhi undangan untuk diklarifikasi dalam penyelidikan dugaan pengalihan agunan kredit di Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Pekanbaru. Hal itu agar perkara ini dapat terungkap dengan terang.

"Ya, kita harap yang bersangkutan itu (Indra Hutahuruk, red) kooperatif," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru Yuriza Antoni, Minggu (30/6).

Harapan itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, pada undangan yang dilayangkan tim penyelidik belum lama ini, tidak diindahkan mantan pejabat analisis kredit BJB Pekanbaru itu. Padahal, undangan itu diketahui telah sampai ke tangannya.

"Dia tidak hadir pada Jumat (28/6) kemarin. Padahal menurut tim legal BJB, suratnya udah diterima," kata mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Yuriza mengaku tidak mengetahui alasan Indra tidak hadir memenuhi undangan klasifikasi tersebut. "Mungkin dia lagi sibuk, kita tidak tahu," sebut dia.

Terkait hal itu, Yuriza mengatakan pihaknya akan kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Indra Hutahuruk. Dalam waktu dekat, undangan klarifikasi akan kembali dilayangkan.

"Akan kita agendakan lagi (proses klarifikasinya)," pungkas Yuriza.

Sikap Indra Hutahuruk itu berbeda dari sebelumnya. Dimana Indra yang juga menduduki jabatan sebagai manajer di bank tersebut, pernah mendatangi Kantor Korps Adhyaksa Pekanbaru itu pada Kamis (13/6) lalu.

Saat itu, dia diklarifikasi pada pukul 14.00 WIB, dan berakhir pada pukul 19.30 WIB. Usai diklarifikasi, Indra yang saat itu mengenakan baju kaos warna biru lengan panjang, terlihat terburu-buru meninggal Kantor Kejari Pekanbaru.

Saat itu awak media mencoba mewawancarainya. Sayangnya, Indra memilih bungkam. Tidak ada keterangan yang bisa digali dari pria berambut ikal dan berkacamata itu, termasuk materi pemeriksaan.

"No comment," singkat dia berusaha menutupi wajahnya dari sorotan kamera awak media yang telah menantinya sejak pagi.

Saat ditanya, apakah dirinya ada menyerahkan dokumen ke Jaksa, jawaban yang sama kembali keluar dari mulutnya. "Saya no comment lah," kata dia.

Indra diklarifikasi terkait adanya informasi mengenai pengalihan agunan kredit oleh oknum pegawai Bank BJB Pekanbaru. Imbas dari persoalan itu, Indra diduga dipecat oleh pihak bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat-Banten itu. Dikonfirmasi hal tersebut, Indra lagi-lagi bungkam.

Malah seorang rekannya mencoba menghalangi awak media. "Gak, Bang. Gak usah, thank you ya," kata rekannya bertubuh gempal itu.

Sebelumnya, proses klarifikasi telah dilakukan terhadap Pimcab Bank BJB Pekanbaru saat ini, Rachmat Abadi, dan mantan Manager Komersial, Robby Arta. Keduanya diklarifikasi pada Rabu (22/5) kemarin.

Selain nama-nama yang disebutkan di atas, proses klarifikasi juga akan dilakukan terhadap Dani Sutarman. Dia adalah mantan Pimcab BJB Pekanbaru tahun 2014 lalu.

Dari data yang dirangkum, pengusutan itu dilakukan karena adanya informasi mengenai pengalihan agunan kredit oleh oknum pegawai BJB Pekanbaru.

Agunan itu sejatinya untuk mengcover kredit seorang debitur senilai Rp2 miliar yang dicairkan pada 2014 lalu. Di tengah jalan, agunan itu dialihkan ke pihak lain. Sayangnya, pembayaran angsuran kredit tersebut tidak berjalan mulus.

Saat macet itu lah timbul masalah. Dimana pihak bank tidak bisa mengeksekusi agunan itu karena sudah atas nama orang lain.(dod)

Editor: Dodi Ferdian

Tags

Terkini

Riesca Rose: Saya Bukan Selingkuhan Sule!

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:10 WIB
X