Demo di UIN Suska Riau, Mahasiswa Bakar Ban dan Tutup Akses Kampus

- Jumat, 28 Juni 2019 | 09:53 WIB
01 28-06-- FOTO-- Mahasiswa UIN Suska Riau melakukan demo. Mereka membakar ban dan menutup akses kampus, Kamis (27-06). (akmal)
01 28-06-- FOTO-- Mahasiswa UIN Suska Riau melakukan demo. Mereka membakar ban dan menutup akses kampus, Kamis (27-06). (akmal)

PEKANBARU (HR)- Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau melakukan aksi demo tahap II, Kamis (27/6). Massa menutup akses keluar masuk kampus, serta melakukan pembakaran ban.

Aksi tersebut dipicu rasa kecewa mahasiswa terhadap sikap Rektor yang tak menggubris tuntutan yang diajukan mahasiswa pada aksi demo sebelumnya. "Hari ini kami langsung aksi penutupan jalan kampus. Ini sebagai rasa kekecewaan terdapat sikap Rektor yang tidak menggubris tuntutan kami," terang Rizki Lukman Tobing, selaku Koordinator Umum.

Sempat terjadi kericuhan dalam aksi tersebut. Sebab, massa aksi mendapat teguran dari pihak keamanan hingga kontak fisik tak terhindarkan. Namun tak berlangsung lama, suasana kembali pulih, setelah dilakukan audiensi antara kedua belah pihak. Sebelum tuntutan digubris, aksi ini akan terus berlanjut hingga Rektor bisa bertemu dengan massa aksi.

"Akan seperti ini terus keadaannya bang, sebelum tuntutan diaminkan oleh Ayahanda. Permasalahan nya ada di sana, dia itu tak mau bertemu. Sekarang saja dia entah dimana. Kami hanya minta kejelasan tuntutan kami," kata Tobing, sapaan akrabnya.

Dikatakannya lagi, jalur komunikasi tak dibuka seolah-olah pimpinan enggan bertatap muka dengan mahasiswa. Menyuarakan dianggap seolah ingin melawan, padahal hanya untuk mengingatkan. Ada juga beberapa kegiatan dipersulit. Lebih lanjut, terangnya, pemilihan pimpinan lembaga mahasiswa dipilih oleh pimpinan sendiri seolah tidak ada kepercayaan pada mahasiswanya untuk memilih sendiri. Gerakan dianggap kegiatan tak bermartabat, namun ajakan diskusi tak pernah dilayani.

Dalam aksi tersebut, ada 9 tuntutan massa aksi, yaitu meminta agar dikembalikan budaya demokrasi mahasiswa UIN Suska, berharap ada penuntasan persoalan UKT yang kian mencekik mahasiswa. Meminta agar dihapuskan fakta integritas.

Selanjutnya meminta layanan perpustakaan fakultas diaktifkan kembali. Untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan sesuai masa bakti satu tahun sebagaimana yang tertuang dalam PENDIS, meminta transparansi anggaran mahasiswa dan seterusnya meningkatkan fasilitas kampus khususnya keamanan dan pembangunan fasilitas olahraga (sepakbola). Menyelesaikan pembangunan masjid UIN Suska, serta terakhir kembalikan izin kegiatan malam khususnya di civitas Ormawa.(mal)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

UAS Dideportasi Dari Singapura, Ada Apa?

Selasa, 17 Mei 2022 | 14:07 WIB

Marcello Tahitoe Resmi Jadi Vokalis Baru Dewa 19

Senin, 28 Februari 2022 | 22:41 WIB
X