Upayakan Asrama Haji Tetap Bisa Digunakan

- Rabu, 19 Juni 2019 | 12:08 WIB
suasana-bangunan-bandara-internasional-jawa-barat-bijb-kertajati-majalengka-_180524124616-697
suasana-bangunan-bandara-internasional-jawa-barat-bijb-kertajati-majalengka-_180524124616-697

Asrama haji Riau dinilai tidak bisa menampung dua kloter asal Riau. Kondisi ini mengakibatkan jamaah calon haji (JCH) asal Riau hanya akan langsung diberangkatkan ke Batam dari Bandara Sultan Syarif Kamis II Pekanbaru.
Demikian hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Haji dan Umrah, Kemenag Riau, Erizon. Dijadwalkan untuk kloter pertama berangkat dari Pekanbaru pada tanggal 7 Juli pukul 11.00 WIB malam, tanpa diinapkan terlebih dahulu di asrama haji Riau. Sesuai dengan peraturan penerbangan jamaah haji, seluruh penerbangan internasional di embarkasi Batam, 5 jam sebelum keberangkatan sudah berada di Bandara Hang Nadim Batam.
Kondisi ini menjadi ironi. Sebab, Riau telah ditetapkan sebagai embarkasi antara. Idealnya, sebelum diberangkatkan ke Batam, JCH asal Riau diinapkan di Asrama Haji Riau.
“Itu kondisinya sekarang, dari awal asrama haji kita tidam bisa menampung dua kloter, tapi kita tetap harus mendukung pelaksanaannya denahn resikonya, jamaah kita tidak bisa diinapkan,” jelas Erizon.
Erizon mengatakan, sejauh ini apa yang menjadi kekhawatiran pemerintah tekait ketidaksiapan asrama haji Riau harus dijalankan, karena jika dipaksanakan memasukkan JCH dari daerah di waktu yang bersamaan tidak akan bisa menampung jamaah. Untuk itulah jamaah dari daerah mencari hotel, jika diberangkatkan satu hari menjelang keberangkatan ke Batam.
Di satu sisi Pemerintah Provinsi Riau membantah kalau JCH asal Riau tidak bisa menginap di Embarkasi Haji Antara (EHA) Riau, karena alasan tidak bisa menampung dua kloter Jamaah Calon Haji (CJH) yang akan berangkat ke Tanah Suci. Oleh karena itu Pemprov Riau akan menyiasati penggunaan EHA Riau.
Hal ini disampaikan Asisten I Setdaprov Riau, Ahmad Syah Harrofie, Selasa (18/6) di Pekanbaru.
Ahmad Syah mengimbau kepada jemaah asal Riau untuk tidak khawatir dengan informasi tersebut. Namun demikian pihaknya akan menyiapkan simulasi pengaturan keberangkatan JCH dari EHA menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru.
Sebutnya lagi, seluruh EHA di Indonesia ini tidak ada yang bisa menampung JCH hingga dua kloter. Namun meskipun begitu, EHA Riau adalah termasuk yang terbesar dibandingkan dengan EHA Provinsi Jambi, Bengkulu dan Lampung.
Atas persoalan ini, pertama, tentu kita menyayangkan jika kenyataannya nanti, Asrama Haji Riau tidak bisa digunakan karena tak bisa menampung dua kloter sekaligus. Jika ini terjadi, maka akan membuat ketidaknyamanan bagi JCH Riau nantinya. Di samping, akan membuat Pemda harus menanggung biaya penginapan hotel di Pekanbaru sebelum diberangkatkan ke Batam. Namun, apakah anggarannya ada? Pasalnya, Riau sebagai embarkasi haji antara (EHA) telah ditetapkan. Di mana, sesuai prosedurnya seluruh JCH diinapkan terlebih dahulu di Asrama Haji. Jika nanti memang Asrama Haji tak bisa digunakan tentu akan menjadi sesuatu yang lucu untuk didengar.
Tapi, ini bukan soal lucu-lucuan. Ini soal kepastian dan kenyamanan bagi JCH kita.
Karena itu, kedua, kita berharap Pemprov Riau segera menyelesaikan masalah ini. Apa yang dikatakan oleh Ahmad Syah Harrofie, jika benar adanya, maka hal itu (simulai) harus dilakukan guna memberi kepastian bagi JCH.
Jika toh dalam simulasinya, nyatanya bisa disiasati, maka pihak Kemenag pun harus nyatakan Asrama Haji bisa digunakan. Kemenag pun diminta untuk membantu mencarikan win-win solution, bukan sekadar menegakkan benang basah tanpa melihat kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan, asal Asrama Haji bisa digunakan.***

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

UAS Dideportasi Dari Singapura, Ada Apa?

Selasa, 17 Mei 2022 | 14:07 WIB

Marcello Tahitoe Resmi Jadi Vokalis Baru Dewa 19

Senin, 28 Februari 2022 | 22:41 WIB
X