Arus Mudik dan Balik di Bandara SSK II Turun 32 Persen

- Senin, 10 Juni 2019 | 11:05 WIB
bandara ssk
bandara ssk

PEKANBARU (HR)- Puncak arus balik hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah, di Bandara Sutan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, terjadi pada hari Minggu (9/6). Dari data yang diterima posko Idul Fitri di Bansara SSK II, peningkatan penumpang yang datang hanya terjadi pada hari minggu kemarin.

Executive General Manager Bandara SSK II, Jaya Tahoma Sirait, mengatakan, jumlah penumpang pada hari Minggu, mencapai 10.989 penumpang, baik yang datang maupun yang pergi, sedangkan di hari biasanya tidak mencapai 10 ribu penumpang. “Hari ini puncak arus balik (kemarin red), diperkirakan jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandara SSK II sekitar 10.980 penumpang,” ujar Jaya Tahoma.

Dijelaskan Jaya Tahoma, selama arus mudik dan arus balik di Bandara SSK II pada hari raya Idul Fitri 1440 H tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan penumpang mencapai 32 persen. Dan kondisi ini dikarenakan faktor mahalnya harga tiket pesawat. Jumlah penumpang mudik tercatat hanya 64.331 orang, berkurang 61 persen dari tahun lalu yang mencapai 165.976 orang. “Dari data arus balik H+1 dan H+2 lebaran tahun 2019 ini penumpang yang berangkat dari Bandara SSK II Pekanbaru lebih banyak dari yang datang. Perbandingannya yaitu 9751 penumpang berangkat dan 7392 penumpang datang,” jelas Jaya.

“Secara keseluruhan data penumpang sejak H-7 sampai dengan H+2 terjadi penurunan angkutan penumpang pesawat udara di SSK II sebesar tiga puluh dua persen,” tambahnya.

Sementara itu, untuk arus mudik dan arus balik melalui jalur darat mengalami peningkatan. Untuk tahun ini, arus mudik dan balik tidak terjadi kemacetan yang cukup signifikan, baik melalui barat dan utara. Arus mudik dan baik terlihat ramai pemudik dari Pekanbaru ke Sumbar dan Pekanbaru, begitu juga sebaliknya. “Untuk jalur darat naiknya dua hingga tiga persen bila dibandingkan tahun lalu. Dan ini karena naiknya harga tiket pesawat, dan masyarakat yang dari luar daerah ingin mudik ke Riau lebih memilih jalur darat,” kata Kepala Dinas Perhubungan Riau, Taufik OH.

“Untuk puncak arus balik diperkirakan terjadi pada hari ini (kemarin red). Hingga sore belum terjadi kepadatan begitu signifikan, kemungkinan malam hari padat namun lancar,” tambahnya

Sedangkan untuk jalur laut, di pelabuhan Dumai dan Buton, Kadishub Riau, menjalankan kenaikan penumpang dengan menggunakan kapal meningkat hingga 100 persen bila dibandingkan tahun lalu, bahkan ada dari penumpang yang harus rela berangkat keesokan harinya. “Jalur laut kenaikan signifikan mencapai 100 persen, belum lagi yang menggunakan mobil menyebrang menggunakan kapal Roro, mereka harus menunggu besoknya berangkat. Jalur laut cukup tinggi kenaikan penumpangnya,” kata Taufik.

Untuk diketahui, puncak arus mudik dan balik di terminal Pekanbaru mencapai 42.682 orang. Meningkat 68 persen dari tahun lalu yang berjumlah 25.451 orang, sedangkan lewat pelabuhan, tahun ini yang mudik berjumlah 105.125 orang, meningkat 42 persen dari tahun lalu yang hanya 74.229 orang.

Sementara itu, dari pantauan Haluan Riau, di hari kelima lebaran arus balik dari Sumatera Barat menuju Pekanbaru padat, Minggu (9/6). Terlihat Polisi Lalu Lintas (Polantas) dari Polresta Pekanbaru yang bertugas memasang tali dan tanda untuk membagi sebagian jalur dari Pekanbaru menuju Bangkinang untuk kendaran yang masuk menuju Pekanbaru, karena besarnya volume kendaran yang menuju Pekanbaru.

Polisi mengurai kendaraan yang menuju Pekanbaru dengan sebagian kendaraan mengunakan lajur dari Pekanbaru menuju Bangkinang dengan cara buka tutup. Pengurai kemacetan selain besarnya volume kendaraan yang masuk juga karena kondisi pembangunan jalan yang masih terbengkalai. Sementara itu, pemudik yang balik ke Pekanbaru banyak menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat ketimbang mengunakan angkutan umum. Seorang pengendara sepeda motor, Digo yang beristirahat mengukapkan perjalannya dari Kota Batu Sangkar menuju Pekanbaru terbilang lancar. Kemacetan terjadi di Kecamatan Lima Puluh, Sumatera Barat, sedangkan memasuki wilayah Riau tak terlalu parah. "Lancar-lancar saja, cuma di daerah Lima Puluh Sumatra Barat aja. Kalau masuki wilayah Riau ada macet tapi tak parah," sebut Digo.

Macet Arus Balik

Di Jalur Lintas Sumbar-Riau didominasi kendaraan pribadi roda 4 dan sepeda motor terpantau ramai lancar, namun terdapat kemacetan disejumlah titik, seperti pintu masuk lokasi wisata hingga pasar. Penumpukan kenderaan terlihat di sepanjang lokasi wisata yang berada Kawasan Danau PLTA Koto Panjang, seperti Tepian Mahligai, Pincak Kompe hingga Ulu Kasok. Kemacetan cukup panjang terjadi di kawasan Pasar Kuok dan Pasar Kampa.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kampar, Alamin Anwar menyebut, hingga Minggu Malam, antrian kenderaan juga terjadi di Kuok hingga lokasi Batalyon 132 Bima Sakti Salo. "Kondisi kendaraan padat merayap, hingga malam ini, tadi kita keliling memang terjadi penumpukan kendaraan disejumlah titik, dari arah Sumbar menuju Pekanbaru," bebernya Minggu (9/6) malam.

Kenaikan volume kenderaan dipuncak arus balik sudah terjadi sejak Minggu pagi, kemacetan disejumlah titik juga dialami Supir Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) rute Bangkinang-Candi Muara Takus. "Kalau kenaikan volume kendaraan sejak tadi pagi, antrian sudah terjadi di beberapa pintu masuk wisata dan pasar," ungkap Jamil. Akibat meningkatnya volume kendaraan mengakibatkan jarak tempuh Bangkinang-Muara Takus yang hanya 1 jam, menjadi 2 hingga 3 jam.(nur/dik/ari)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

UAS Dideportasi Dari Singapura, Ada Apa?

Selasa, 17 Mei 2022 | 14:07 WIB

Marcello Tahitoe Resmi Jadi Vokalis Baru Dewa 19

Senin, 28 Februari 2022 | 22:41 WIB
X