PEKANBARU (HR)- Pasca kaburnya narapidana akibat keruhan yang terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Siak Sri Indrapura, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH langsung memimpin pemeriksaan pintu-pintu masuk Kota Pekanbaru, didampingi Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Dedi Herman SIK dan Kapolsek Tenayan Raya Kompol Hanafi SH, Senin (11/5) pagi.
Kerusuhan terjadi Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura, Riau, pada Sabtu (11/5) dini hari tadi, berujung pada aksi pembakaran rutan oleh para narapidana dan kaburnya Napi dari Rutan tersebut.
Keributan di tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 wib, hingga kini, penyebab kerusuhan diketahui bermula dari adanya pemukulan terhadap napi oleh petugas sipir penjara. Pihak kepolisian masih mengamankan lokasi Rutan Siak Sri Indrapura serta mencari para Napi yang kabur tersebut.
Pasca kerusuhan yang terjadi di Rutan Siak Sri Indrapura tersebut Kapolresta Pekanbaru memerintahkan jajarannya untuk melaksanakan pemeriksaan kendaraan di pintu-pintu masuk kota Pekanbaru.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH, pimpin langsung pemeriksaan setiap kendaraan yg masuk kota Pekanbaru dari Tenayan Raya, dari arah Rumbai dan Rumbai Pesisir.
Pemeriksaan dilakukan terhadap semua kendaran yg masuk dr arah kabupaten Siak baik itu angkutan umum dan pribadi seperti bus , truk, kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua.
Saat diwawancaram Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto menyebutkan, pemeriksaan ini dilakukan guna mencari Napi yang kabur pasca kerusuhan di Rutan Siak Sri Indrapura.

-
"Kita lakukan pemeriksaan dengan menurunkan seratusan anggota Polresta Pekanbaru, pemeriksaan dilakukan terhadap semua kendaraan yang masuk ke kota Pekanbaru baik itu dr pintu masuk Kecamatan Tenayan Raya, pintu masuk Kec Rumbai dan pintu masuk Kec Rumbai Pesisir," ucap Kapolresta.
"Ini semua kita lakukan untuk mencari dan mengantisipasi Napi yang kabur Pasca kerusuhan di Rutan Siak Sri Indrapura, kami juga mengharapkan kerjasama masyarakat apabila mencurigai dan mendapatkan informasi adanya napi yang kabur tersebut dan agar dapat memberitahukan kepada pihak kepolisian terdekat," tutup Kapolresta.
Berdasarkan laporan yang dirangku Haluan Riau, hingga pukul 06.58 WIB ini, baru sekitar 100 orang tahanan yang berhasil diamankan. Masih ada sekitar 548 orang tahanan yang masih kabur dan dalam proses pencarian. Polisi dan TNI dibantu warga untuk menangkap napi yang kabur.(riz)