Abrasi Masalah Besar di Desa Muntai, Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis

- Selasa, 22 Desember 2020 | 21:57 WIB
eDI yATIM
eDI yATIM

HALUANRIAU.CO, BENGKALIS-Abrasi menjadi masalah paling besar yang dialami masyarakat di Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Desa yang berada diujung timur pulau Bengkalis yang berbatasan langsung dengan Selat Melaka itu, mengalami abrasi bibir pantai begitu dahsyat.

"Baru beberapa hari lalu kami duduk di pinggir pantai bersama staf ahli Menteri KLH, ternyata hari ini, tempat dimana kami duduk itu sudah disapu abrasi dan masuk ke laut. Itulah kondisi yang kami alami," ujar Muhammad Nurin, Kepala Desa Muntai menyampaikan aspirasi warganya dalam kegiatan reses yang dilakukan Anggota DPRD Provinsi Riau Eddy A. Mohd Yatim di desa tersebut.

Menanggapi laporan dari Kades Muhammad Nurin, Eddy Yatim yang juga Ketua Komisi V DPRD Riau berjanji akan mencarikan solusi atas permasalahan di desa Muntai ini. "Meski pun persoalan abrasi ini tidak berapa di komisi saya, tapi sebagai wakil rakyat dari Dapil Bengkalis, Dumai dan Meranti, saya akan carikan solusinya. Ini masalah besar berkaitan dengan masalah kedaulatan negara. Karena berada di daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga," ujar Eddy Yatim.

-


Dikatakan Eddy Yatim, persoalan abrasi ini penanganannya memerlukan biaya yang besar. Tidak hanya di pulau Bengkalis, di pulau Rupat dan Rangsang di Meranti juga mengalami hal yang sama. Baik kabupaten atau pun provinsi belum bisa menanganinya secara tuntas berhubung biayanya yang besar.

"Untuk membangun tanggul pemecah gelombang di bibir pantai itu biayanya sangat besar. Kabupaten dan provinsi hanya bisa mengadakan itu beberapa ratus meter saja secara bertahap. Karena itu kita perlu dukungan pusat untuk bisa mengantisipasi agar tidak semakin membahayakan," terang Eddy Yatim.

Editor: Eka Buana Putra

Terkini

Tiga Hektar Lahan Warga di Bengkalis Terbakar

Selasa, 9 Februari 2021 | 16:01 WIB
X