Mahkamah Agung Hukum Mantan Legal Manager PT Duta Palma Group 3 Tahun Penjara

- Jumat, 4 Juni 2021 | 13:52 WIB
Plt-Juru-Bicara-KPK-Ali-Fikri-Dery-Ridwansah-1-640x447
Plt-Juru-Bicara-KPK-Ali-Fikri-Dery-Ridwansah-1-640x447

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Upaya kasasi yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi atas vonis bebas Suheri Terta dalam perkara suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau tahun 2014 pada Kementerian Kehutanan RI, membuahkan hasil. Suheri Terta akhirnya dinyatakan bersalah dan dihukum pidana 3 tahun penjara.

Hal itu diketahui setelah Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK telah menerima pemberitahuan resmi petikan putusan kasasi dari Panitera Muda (Panmud) Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Pekanbaru.

"Putusan kasasi tersebut dibacakan pada Selasa tanggal 30 Maret 2021," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Jumat (4/6).

Dalam putusan itu, kata Ali Fikri, Mahkamah Agung (MA) RI menyatakan terdakwa Suheri Terta terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Untuk itu, MA menjatuhkan pidana terhadap yang bersangkutan selama 3 tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 tahun dan pidana denda sebesar Rp50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," sebut Ali Fikri, seraya mengatakan perkara itu telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah.

"Tim Jaksa Eksekusi KPK akan segera melaksanakan putusan tersebut dengan memanggil yang bersangkutan untuk hadir di Gedung KPK," imbuh dia.

"KPK mengimbau agar terpidana kooperatif hadir memenuhi panggilan Tim Jaksa Eksekusi dimaksud," sambung Ali Fikri memungkasi.

Diketahui, Suheri Terta divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang diketahui Saut Maruli Tua Pasaribu pada persidangan yang digelar pada Rabu, 9 September 2020. Hakim saat itu menyatakan terdakwa Suheri Terta tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kesatu dan kedua JPU.

Sebelumnya, JPU KPK menuntut Suheri Terta dengan pidana penjara selama empat tahun. Selain itu, dia juga dibebankan membayar denda sebesar Rp150 juta subsider enam bulan kurungan.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Suheri Terta merupakan tersangka ketiga perkara suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau tahun 2014 pada Kementerian Kehutanan RI.

KPK menetapkan PT Palma Satu sebagai tersangka korporasi dalam kasus alih fungsi lahan yang lebih dulu menjerat mantan Gubernur Riau Annas Maamun. Selain PT Palma Satu, KPK juga menjerat dua tersangka lainnya, yakni Suheri Terta selaku Legal Manager PT DPG tahun 2014 dan Surya Darmadi selaku pemilik PT Darmex Group atau PT Duta Palma.

Perkara ini merupakan pengembangan hasil operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis 25 September 2014 lalu terkait pengajuan revisi alih fungsi lahan di Riau kepada Kementerian Kehutanan Tahun 2014. Pada OTT tersebut KPK mengamankan uang Rp2 miliar dan menetapkan dua tersangka yakni Annas Maamun, Gubernur Riau periode 2014-2019, dan Gulat Mendali Emas Manurung, Ketua Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia (Apekasindo) Provinsi Riau.

Dua orang yang disebutkan terakhir itu telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Penulis : Dodi Ferdian

Editor: Dodi Ferdian

Terkini

Harga TBS Sawit Turun Rp50,68 per Kg

Rabu, 12 Februari 2020 | 13:11 WIB

Harga CPO Mulai Bangkit

Rabu, 5 Februari 2020 | 08:50 WIB

2020, Dana Pungutan Sawit Diinvestasikan di SUN

Senin, 20 Januari 2020 | 11:12 WIB

Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik

Jumat, 3 Januari 2020 | 06:48 WIB

Gubri: Tidak Ada Lagi Sawit di Lahan Gambut

Selasa, 24 September 2019 | 10:41 WIB

Bupati Kampar Resmikan Pabrik Kelapa Sawit di Tapung

Senin, 9 September 2019 | 10:34 WIB

Harga Sawit Riau Terus Merangkak Naik

Kamis, 8 Agustus 2019 | 10:17 WIB
X