Harga CPO Mulai Bangkit

- Rabu, 5 Februari 2020 | 08:50 WIB
Harga TBS Sawit di Riau mulai naik
Harga TBS Sawit di Riau mulai naik

PEKANBARU (HR)-Kabar gembira tampaknya mulai dirasakan oleh para petani sawit, seiring dengan mulai naikknya kembali Harga minyak sawit mentah (CPO). Kenaikan ini disinyalir akibat adanya isu produksi yang menurun yang memicu kenaikan harga minyak nabati selain CPO.

Pada Selasa (4/2/2020), harga CPO kontrak pengiriman tiga bulan di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) menguat 1,3% ke level RM 2.647/ton. Kemarin, harga CPO ditutup di harga RM 2.613/ton.

Kenaikan harga CPO ini tentunya akan sangat diharapkan berimplementasi dengan kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang selama ini diharapkan oleh para petani.

Hal ini turut berimbas pada pergerakan indeks sektor agrikultur di bursa pada sesi I yang menguat 0,28% di bursa. Dari 11 emiten CPO yang sahamnya aktif diperdagangkan di bursa, sebanyak 6 saham mengalami penguatan. Hanya tiga saham yang melemah dan dua sisanya diperdagangkan stagnan.

Penguatan tertinggi dialami oleh saham Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) yang menguat 5 poin atau 5,62% pada harga Rp 94/unit sahamnya. Sedangkan saham CPO yang paling melemah ialah PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) yang mengalami pelemahan 40 poin atau 1,67% ke level Rp 2.360/saham.

Ada beberapa sentimen yang turut mengerek naik harga CPO. Pertama adalah isu penurunan output yang membuat harga CPO tetap kuat. "Produksi diprediksi akan turun di rentang 4% hingga 17% bahkan sampai 22%" sebut trader yang berbasis di Kuala Lumpur, melansir Reuters.

Kajian Refinitiv menunjukkan output minyak sawit untuk kuartal I 2020 akan lebih rendah akibat beberapa hal seperti faktor musiman, cuaca yang kering melanda Indonesia dan Malaysia hingga penggunaan pupuk yang lebih rendah.

Penurunan produksi ini dibarengi dengan penguatan pasar domestik. Pada 2020 Indonesia mulai mengimplementasikan program biodiesel B30 sementara Malaysia mulai dengan program B20.

Program B30 diperkirakan membutuhkan input minyak sawit hingga 8 juta ton, sementara untuk B20 membutuhkan input hingga 2 juta ton. Hal ini membuat harga CPO menjadi terdongkrak.

Sentimen kedua yang juga mendukung harga CPO untuk naik adalah kenaikan harga minyak nabati di berbagai bursa komoditas lainnya. Minyak sawit kontrak di bursa komoditas Dalian naik 2%, sementara harga kontrak minyak kedelai ditransaksikan naik 1,3%. Di bursa komoditas Chicago, harga minyak kedelai juga naik 0,8%.

Maklum minyak sawit merupakan minyak nabati yang memiliki berbagai macam produk substitusi sehingga berebut pangsa pasar. Jadi kala salah satu jenis minyak nabati ditransaksikan naik, maka berpotensi mengerek harga minyak nabati jenis lain.

 

 

 

Sumber: cnbcindonesia/eka

Editor: Eka Buana Putra

Terkini

Cara Budidaya Tanaman Cabe Pelangi bagi Pemula

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 15:53 WIB

Harga TBS Sawit Turun Rp50,68 per Kg

Rabu, 12 Februari 2020 | 13:11 WIB

Harga CPO Mulai Bangkit

Rabu, 5 Februari 2020 | 08:50 WIB

2020, Dana Pungutan Sawit Diinvestasikan di SUN

Senin, 20 Januari 2020 | 11:12 WIB

Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik

Jumat, 3 Januari 2020 | 06:48 WIB

Gubri: Tidak Ada Lagi Sawit di Lahan Gambut

Selasa, 24 September 2019 | 10:41 WIB

Bupati Kampar Resmikan Pabrik Kelapa Sawit di Tapung

Senin, 9 September 2019 | 10:34 WIB
X