Karyawan PT Wika Sebut Sekretaris BPBD Kampar, Menerima Aliran Uang Proyek Rp10 Juta

HALUANRIAU.CO, BANGKINANG – Karyawan PT Wijaya Karya (Wika), Firjan Taufan dalam kesaksiannya saat sidang dugaan korupsi jembatan Waterfront City Bangkinang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, pada 01 Mei 2021 lalu. Mengakui ada aliran uang ke sejumlah pihak, salah satunya Afrudin Amga, Sekretaris BPBD Kampar.

Kepada Ketua Majelis Hakim Lilin Herlina SH dan Jaksa KPK, Firjan staf marketing PT Wika dalam proyek itu mengakui adanya aliran uang ke sejumlah pihak agar PT Wika memenangkan proyek tersebut.

Related posts

Sejumlah pihak yang disebut Firjan, salah sstunya Sekretaris BPBD Kampar, Afrudin Amga saat itu selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) jembatan Waterfront City Bangkinang. Firjan menyebut Afrudin Amga menerima Rp10 juta dari PT Wika.

“Uang ini sebagai ucapan terima kasih telah memenangkan PT Wika,” kata Firjan, dilansir dari liputan6.com.

Kasus itu menjerat dua terdakwa. Yaitu Adnan selaku Pejabat Pembuat Komitmen proyek tersebut dan Manajer Wilayah II/ Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, I Ketut Suarbawa.

Dikonfirmasi terkait aliran uang yang dimaksud Firjan, Afrudin Amga mengatakan uang 10 juta yang diterimanya saat itu bukan dari PT.Wika namun uang sumbangan yang diberikan oleh Adnan.

“Waktu itu saya minta sumbangan, kan biasa minta sumbangan ke Kabid rupanya diarahkan ke perusahaan waktu itu. Namun yang ngasi ke saya bukan perusahaan tapi Adnan langsung,” ujar Amga beberapa waktu lalu.

Uang sumbangan itu lanjut dia untuk menjamu tamunya yang datang ke Kantor yang mana dia selaku Kabid saat itu. Karena Andnan yang memberikan uang itu sebut dia mungkin orang berpikir uang sumbangan itu ada kaitan dengan perkara dugaan korupsi jembatan Waterfront City Bangkinang.

“10 juta itu sumbangan itu, untuk menjamu tamu saya, selaku kabid. Begitulah sebanarnya tidak ada kaitan dengan itu, (red-jembatan Waterfront City Bangkinang). Karna Adnan yang ngasinya seolah akan terkait hal itu. Soal pemenangan saya tidak ikut, saya terkait hanya karna uang sumbangan 10 juta saja,” kata Amga.

“Saya tidak tau persoalan itu yang saya tau saya minta sumbangan sama Adnan. biasalah tuk tamu yang datang ke Kantor tuk ngopi dan keperluan lainnya, uang itulah yang digunakan,” sambung dia.

Amga mengaku uang yang 10 juta yang diterimanya itu sudah dipulangkan, karna menjadi pertanyaan penyidik.

Saat ditanya kenapa ia memulangkan uang tersebut, padahal ia mengaku bahwa uang itu uang sumbangan dan tidak ada kaitan dengan uang perusahaan, Amga berdalih karena uang itu menjadi pertanyaan penyidik dan ia berdalih karna disuruh oleh penyidik.

“Saya sudah jelaskan persoalan itu ke penyidik. Namun disuruhkan pulangkan oleh penyidik karna ujung – ujungnya uang perusahaan itu yang digunakan Adnan. Saya kan tidak tau persoalan itu karna disuruh pulangkan ya saya pulangkan saja,” bebernya.

 

 

Reporter: Amri