Chevron dan BRGM Kembangkan Produk Unggulan Desa

Program Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Pelaksanaan Program Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) tahap kedua resmi bergulir. Pada tahap ini, SKK Migas – PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) fokus kepada pengembangan produk unggulan desa, pelatihan pengembangan usaha produktif desa, serta Training of Trainers (ToT) di beberapa wilayah di Riau.

Pada peluncuran tahap kedua pada Selasa (16/3), tampak hadir Deputi Edukasi dan Sosialisasi Partisilasi dan Kemitraan BRGM, Dr. Myrna Safitri, Kepala Dinas LHK Riau Makmun Murod, Spesialis Pratama Dukungan Bisnis SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison, serta GM Corporate Affairs Asset PT CPI Sukamto Tamrin. Kegiatan dilakukan secara daring dan luring di Desa Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Related posts

Program ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Dr. Myrna Safitri, menurutnya, selain membantu dalam segi ekonomi, pelaksanaan sekolah lapang PLTB ini menjadi solusi ampuh pencegahan kebakaran lahan gambut. “Solusi permanen pencegahan kebakaran di lahan gambut ditentukan oleh perubahan perilaku. Ini mengingat kebakaran banyak terjadi karena ulah manusia. Para petani yang terampil mengolah lahan tanpa membakar dan menerapkan pertanian yang bijak di lahan gambut adalah ujung tombak penting bagi upaya restorasi gambut”, ujar Myrna.

Spesialis Pratama Dukungan Bisnis SKK Migas Sumbagut Yanin Khalison menyampaikan apresiasinya terhadap program PLTB yang digagas oleh PT CPI. “Apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh KKKS di Riau dalam hal ini PT CPI melalui upayanya dengan terus melakukan inovasi mendukung kegiatan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah pada sektor lingkungan yakni PLTB melalui kerjasama dengan Badan Restorasi Gambut dan Manggrove (BRGM),” ujar Yanin.

Selama dua hari kedepan, para petani akan dibekali tentang pentingnya menjaga gambut dan teknik pengelolaan gambut yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, peserta juga akan langsung praktik mengelola lahan dan menanam bibit di areal demonstrasi plot (demplot) menggunakan alat pertanian yang diberikan. Bantuan peralatan tersebut berupa mesin hand-tractor, mesin pencacah multifungsi, pompa air, dan alat tebas, serta cangkul.

GM Corporate Affairs Asset Sukamto Tamrin berharap, melalui kegiatan ini masyarakat akan tertarik dalam mengelola lahan gambut tanpa membakar. “Penerapan PLTB pada demplot di tiap-tiap desa dapat menarik perhatian warga desa lainnya untuk menjalankan pengelolaan lahan tanpa bakar. Sehingga menjadi prilaku baru yang diharapkan dapat mendukung restorasi gambut di Riau,” ujar Sukamto.

Pada tahap pertama tahun lalu, masyarakat mulai berhasil menerapkan implikasi PLTB ke lahan gambut milik mereka. Sebanyak hampir tiga ton timun berhasil dipanen dalam panen bersama di Kepenghuluan Bangko Sakti, Kecamatan Bangko. Hasil panen tersebut ditanam di lahan gambut yang sebelumnya masyarakat enggan menggarap lahan tersebut karena belum memiliki tehnik-tehnik yang membuat lahan gambut produktif.

Program PLTB ini merupakan bagian dari program investasi sosial PT CPI di bidang lingkungan. Program-program lingkungan lainnya antara lain Penyelamatan Gajah Sumatra; Program Bank Sampah di Pekanbaru, Bengkalis, dan Siak bekerja sama dengan Universitas Lancang Kuning; dan Konservasi Mangrove bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

PT CPI merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari Pemerintah Indonesia yang mengoperasikan Blok Rokan di Riau. Dalam mengoperasikan blok migas, PT CPI bekerja di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas. Dengan inovasi dan komitmen karyawan yang sangat terampil dan berdedikasi, PT CPI menjadi salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi dalam menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai operasi PT CPI di Indonesia dapat diakses melalui www.indonesia.chevron.com.