Bupati Kampar Harap Pemprov Lanjutkan Pembangunan Jembatan yang Terbengkalai

HALUANRIAU.CO, BANGKINANG-Sejumlah jembatan yang dibangun Pemerintah Provinsi Riau terbengkalai di Kabupaten Kampar. Terkait hal ini, Bupati Catur Sugeng Susanto berharap pembangunan infrastruktur tersebut segera dilanjutkan.

Adapun jembatan yang terbengkalai itu yakni, jembatan gantung di Desa Sipungguk, Kecamatan Salo. Jembatan ini dibangun pada tahun 2014. Lalu, Jembatan Desa Limau Manis, Kecamatan Kampar yang dibangun tahun 2017 lalu. Sedangkan jembatan gantung Desa Kuapan dibangun tahun 2013.

Related posts

Hibah aset jembatan tersebut sudah diserahkan Pemprov Riau kepada Pemkab Kampar tahun 2020 bersamaan dengan jembatan Durian Tandang.

Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto mengatakan, pihaknya telah menyurati terkait permohonan untuk melanjutkan pembangunan tersebut. Salah satunya, surat nomor 050/Bappeda-IV/202/157, perihal permohonan perbaikan dan lanjutan pembangunan jembatan tertanggal 4 Maret 2021.

Catur juga mengungkapkan sudah berkoordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau.

“Kita berharap, pembangunan jembatan yang terbengkalai ini bisa dilanjutkan,” kata Catur, saat meninjau jembatan terbengkalai, Jumat (12/3).

Saat peninjauan itu, Bupati Kampar didampingi, Asisten Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kampar, Ahmad Yuzar, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Azwan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Afdal, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Persandian Arizon, serta Kepala Dinas Perhubungan Amin Pildam

Juga tampak Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kampar, Zaki Helmi, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR M Hanif, Camat Salo Amir Ludfi, Camat Kampar Al Kautsar, Camat Tambang Abu Kari dan pejabat terkait di lingkup Pemkab Kampar.

“Pemerintah Kabupaten Kampar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau yang telah mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kampar,” sambungnya.

Catur mengatakan telah mengusulkan dana bantuan keuangan (Bankeu) lanjutan pembangunan di tiga jembatan yang belum tuntas dikerjakan oleh Pemprov dan satu jembatan yang perlu perbaikan.

“Empat jembatan tersebut yakni, jembatan gantung Salo, jembatan gantung Desa Kuapan Koto Perambahan, jembatan Limau manis, dan jembatan gantung Durian Tandang. Total usulan sebanyak Rp53,216 miliar,” kata Catur.

“Tentunya kita mohon dukungan anggota DPRD Provinsi Riau dapil Kampar dan seluruh pihak terkait sehingga pembangunan jembatan ini bisa dilanjutkan,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kampar Azwan menambahkan, kelanjutan dan perbaikan jembatan tersebut sangat dibutuhkan segera untuk mencegah kerusakan material jembatan.

“Bila jembatan ini berfungsi, maka akan menjadi penyambung aksebilitas jalan yang fungsinya sangat vital menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Jembatan ini juga akan mendukung pusat pariwisata serta membuka keterisolasian,” ungkap Azwan.

Penulis : Amri
Editor : Dodi Ferdian