Sudah 13 Orang Meninggal Akibat Longsor di Nganjuk, Enam Lainnya Masih Hilang

HAUANRIAU.CO, SURABAYA-Yanuar Rachmadi, Kepala Pelaksana (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, mengatakan sebanyak 13 orang tewas di Desa Ngetos Kabupaten Nganjuk, di mana hingga Kamis (18/2) pagi 6 oraang juga belum ditemukan.

“Sudah ditemukan 13 korban dalam kondisi meninggal dunia dan ada 6 orang masih dalam pencarian,” kata Yanuar.

Related posts

Selain itu, 20 orang korban longsor mengalami luka-luka. Mereka sekarang menerima layanan medis di rumah sakit setempat dan Pukesmas.

“Hingga saat ini tim gabungan masih berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimbun longsor,” ujar dia.

Tim gabungan, kata Yanuar, telah mengerahkan lima unit alat eskavator untuk membantu mempercepat pencarian korban di lokasi longsoran.

Proses evakuasi pada Rabu (17/2) terhalang cuaca hujan di sekitar lokasi longsor. Hujan berpengaruh besar pada kondisi tanah, sehingga tim gabungan harus memantau pergerakan tanah dengan cermat.

“Proses evakuasi sempat dihentikan sementara karena kondisi hujan. Di sisi lain, jalur evakuasi melalui mobil ambulans terkendala dengan akses jalan sempit dan pergerakan orang,” ucapnya.

Sebelumnya, tanah longsor terjadi di Dusun Selopuro, Ngetos, Nganjuk, Jatim, setelah hujan dengam intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut Minggu (14/2) petang.

Dari kejadian tersebut, 14 warga berhasil menyelamatkan diri dan mengalami luka ringan. Namun, 20 warga lainnya dinyatakan hilang.

Selain memakan korban, longsor juga merusak parah 8 rumah, dan 147 warga juga mengungsi di salah satu gedung SD di Desa Ngetos.

Evakuasi warga, penanganan korban luka, serta penyediaan pos pengungsian tengah dilakukan. Pihak BPBD bersama Dinsos Jatim bergerak cepat untuk menyediakan kebutuhan para pengungsi.

 

 

 

Sumber: CNNIndonesia