Lelang Sampah Batal, Komisi IV Sarankan Swakelola

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru menyarankan agar pengelolaan sampah kembali digunakan ke cara swakelola.

Saran yang diajukan itu setelah proses pelelangan proyek pengangkutan sampah itu batal lelang, yang mana pelelangan seharusnya selesai di bulan awal tahun 2021 ini.

Related posts

Ada dua zona yang dimasukkan kedalam pelelangan, diikuti oleh empat perusahaan yang telah masuk penawaran lelang. Masing-masing zona, ada dua perusahaan yang mengajukan penawaran.

Namun setelah dilakukan evaluasi oleh Pokja, keempat perusahaan tersebut tidak lulus evaluasi penawaran. Alhasil karena batalnya lelang ini, tumpukan sampah di Pekanbaru diprediksi akan berlangsung lama.

Melihat akan hal itu Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Sigit Yuwono, meminta Pemko Pekanbaru swakelola kembali pengelolaan sampah. Pengelolaan masih di bawah pantauan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.

“Sama seperti dahulu, tetap berada di bawah DLHK tetapi harus ada UPT di setiap kecamatan atau kelurahan,” jawab Sigit, Selasa (26/1).

Sehingga jika diserahkan ke pihak kecamatan atau kelurahan, secara langsung bisa bekerjasama dengan LPM, RW hingga RT untuk melakukan pemungutan retribusi sampah.

Bukan hanya itu saja menjadi dasar saran yang diberikan oleh Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru itu, melainkan berkaca akan hasil yang diberikan oleh pihak ketiga jika pengelolaan sampah di swastanisasi, hasilnya gagal.

“Pihak ketiga ini termasuk gagal, jangan sampai tahun 2022 seperti ini lagi. Karena dulu tahun 2017 sudah kejadian sekarang 2021 gagal lagi, seandainya seperti ini terus gak akan selesai-selesai,” tegasnya.

Jika hanya DLHK Pekanbaru yang mengelola sampah se Pekanbaru, Sigit kembali menegaskan bahwa DLHK tidak akan mampu melakukan itu. “Saya pastikan tidak akan mampu DLHK mengelola sampah tanpa bantuan dari lurah-lurah di Pekanbaru,” tutup Sigit. (Adv)