Keperkasaan Atalanta di Liga Champion Terus Berlanjut

HALUANRIAU.CO (PEKANBARU)- Atalanta menang meyakinkan atas Valencia di leg pertama 16 besar Liga Champions. ‘Keajaiban’ yang dibuat anak-anak asuh Gian Piero Gasperini itu belum berhenti.

Atalanta seolah tertular magis San Siro, atau juga disebut Giuseppe Meazza, stadion yang dulu menjadi saksi bisu kejayaan AC Milan dan Inter Milan di Eropa. Pada Kamis (20/2) dini hari WIB, mereka membungkam Valencia 4-1 di sana.

Related posts

Jika melihat perjuangan Atalanta untuk sampai ke posisi sekarang, rasanya seperti melihat keajaiban saja. Apalagi mereka sempat tak punya harapan lolos ke fase gugur.

Mereka kalah di tiga laga perdana penyisihan grup dari Dinamo Zagreb, Shakhtar Donetsk, dan Manchester City.

Namun mereka berhasil membalikkan situasi di tiga laga berikutnya, dengan mengunci 2 kemenangan dan 1 hasil imbang, sehingga lolos dengan status runner-up grup.

Di fase 16 besar, tak ada kesan mereka adalah anak baru di kancah tertinggi sepakbola Eropa ini. Valencia, yang lebih berpengalaman dari mereka, dibuat tak berdaya menghadapi gempuran Alejandro Gomez dkk.

Atalanta memang tampil bagus di tiga musim terakhir. Mereka konsisten bersaing di papan atas Liga Italia. Hadirnya mereka di Liga Champions juga merupakan langkah maju, setelah dua musim sebelumnya lolos ke Liga Europa.

“Kami berbicara pada kolega-kolega kami soal babak 16 besar ini, bagaimana kami terbiasa mempersiapkan diri menghadapi tim-tim besar, sehingga kami mengerti caranya untuk terus berkonsentrasi sepanjang pertandingan,” ujar CEO Atalanta, Umberto Marino, kepada Sky Sport Italia.

“Hal ini amat memuaskan, dan seluruh orang di kota ini (Bergamo) bangga. Proyek ini dimulai 16 tahun lalu oleh keluarga Percassi (presiden Atalanta), dari pembinaan pemain muda, memperbagus fasilitas latihan, dan puncaknya adalah keajaiban ini, lolos ke 16 besar Liga Champions.”

“Kami juga percaya sepenuhnya pada pelatih kami, yang berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik para pemain. Yang juga istimewa, tim ini menghadapi pertandingan semacam ini dengan penuh ketenangan.”

“Kami mempersiapkan laga ini sepanjang pekan, bukan hanya 24 jam terakhir. Dan segala macam detail itulah yang membuat perbedaan,” tambah Marino, menjelaskan betapa tidak instannya membangun Atalanta.

Mampukah Atalanta mengunci tiket ke delapan besar, melanjutkan mimpi indah mereka?