Tonton Berita Pencabulan, Bunga Ceritakan Kejadian Sama Pernah Dialaminya

HALUANRIAU.CO (SIAK)- Akhir akhir ini sering kali terjadi kasus pelecehan seksual di wilayah Kabupaten Siak, kali ini menimpa seorang bocah, sebut saja nama nya Mawar (14) warga BTN TPI Jalan lengkeng kampung Perawang Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak.

Kasus Pencabulan yang dialami Mawar (14) terjadi pada akhir tahun 2016 silam, akan tetapi tidak pernah terkuak oleh orang tua korban, maupun pihak lain nya.Sehingga pelaku dapat merasa lepas dari dosa yang diperbuatnya.

Related posts

Setelah bertahun menyimpan rasa takut atas ancaman pelaku, yang mana apabila menceritakan kepada orang tuanya, korban diancam akan dibunuh. Tanpa sengaja disaat menonton TV bersama keluarganya tentang kasus pelecehan seksual, Mawar (14) lantas menceritakan bahwa ianya pernah mengalami seperti apa yg baru ditonton bersama orang tuanya, spontan orang tua Mawar terkejut mendengar cerita anaknya.

Tak terima dengan apa yang telah dilakukan pelaku terhadap anaknya, orang tua korban segera melaporkan kejadian yang sudah tiga tahun silam menimpa gadis kecilnya ke Polsek Tualang dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/05/I/2020/Riau/Res Siak.

Mendapat laporan tersebut Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya SH SIK MIK, melalui Kapolsek Tualang Kompol Pribadi SH segera memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Ichsan untuk menangkap pelaku An RR(35) warga jalan Surya Dumai Kampung Tualang.

Tak Butuh waktu lama Katim Opsnal Polsek Tualang Aipda Donal langsung meringkus pelaku dirumahnya yang berada di jalan Surya Dumai Kampung Tualang Kabupaten Siak. Saat di introgasi petugas pelaku mengakui perbuatannya yang mana dilakukannya sekitar akhir tahun 2016 silam tepatnya diatas sepeda motor yang ia parkirkan di depan Puskesmas Tualang.

Pelaku kita akan kita jerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) UU RI NO 17 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 Tahun kurungan penjara pungkas Kapolsek.

 

 

Reporter: Dolly Sandro