Tol Pekanbaru-Dumai Gagal Beropreasi Karena

PEKANBARU (HR)-Target pemerintah melalui PT Hutama Karya (HK), untuk mengoperasikan jalan Tol Pekanbaru-Dumai pada akhir tahun 2020 tidak akan tercapai. Pasalnya, hingga saat ini pengerjaan pembangunannya belum mendapai 100 persen. Dan salah satu penyebabnya belum selesainya pembebasan lahan untuk seksi 3 dan 4.

Sekretaris Perusahaan HK, M Fauzan, mengatakan, hingga saat ini progres pengerjaan jalan tol Pekanbaru-Dumai sudah mencapai 85 persen. Jika pun dipaksakan di buka pada akhir tahun ini, pihaknya bisa membuka untuk seksi 1 dan Sekai 2.

Related posts

“Keseluruhan panjang tol 131 progres sudah 85 persen. Untuk pengoperasiannya pintu tol di seksi 1 dan 2 sudah bisa di lalui. Sedangkan untuk Sekai 3 dan 4 belum selesai pengerjaan karena belum selesai pemebebasan lahannya. Kalau untuk seksi 5 dan 6 sudah selesai serangan progres pembangunan,” ujar Fauzan, Kamis (28/11).

Disinggung kapan akan selesai seluruh progres jalan tol Pekanbaru-Dumai, Fauzan mengatakan, paling lambat pada bulan Maret 2020 sudah bisa di buka untuk umum. Namun sebelum dibuka perlu di lakukan ujicoba atau kelaikan jalan yang baru dibangun.

“Ditargetkan di bukan Maret ada beberapa lokasi yang masih perlu di selesaikan. Kalau untuk seksi 1 sepanjang 12,5 Kilometer, sudah bisa dilalui tapi perlu ujicoba dulu. Bisa saja di awal Januari minggu kedua bisa di buka, kalau hanya seremonialnya saja bisa dilakukan,” jelasnya.

Terkait dengan belum selesainya pembebasan lahan di seksi 3 dan 4, Fauzan mengatakan, untuk pembebasan lahan menajdi tanggungjawab dari Kementrian PUPR dan juga BPN. Karena proyek ini merupak proyek strategis nasional (PSN) dari Presiden. Jika terjadi kendala di lapangan masyarakat yang tidak menerima pembebasan, semuanya ditangani oleh tim.

“Untuk pembebasan tanya PSN sampai dimana penyelesaiannya. Dan bagi masyarakat yang tidak terima tidak masalah. Kalai ada yang menolak uang dititipkan di pengadilan berapa dibayarkan nanti dibayar.

Selam ini pergantian ganti rugi diterima sesuai harga pada tanah di bayar, pohon bangunan di bayar,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Riau, Taufik OH, mengatakan, jika pembukaan pintu tol itu tidak perlu diburu-buru dioperasionalkan. Karena sebelum dioperasionalkan pihaknya akan melakukan uji kelaikan jalan terlebih dahulu. Sehingga, jalan tol itu benar-benar sudah layak untuk dilalui.

“Perlu ada ujicoba dulu, kita sudah melakukan peninjauan di tol tersebut bersama Ditlantas untuk kelaikan jalan tersebut. Tetapi untuk ceremonial, silahkan saja. Jalan tol ini perlu betul-betul di matangkan penggunaannya, karena pergerakan lalu-lintas itu kan berbeda. Jadi perlu dilakukan uji coba dulu, paling tidak selama dua minggu,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Taufik, jika jalan tol telah mendapatkan persetujuan kelaikan dari Kemenhub, barulah bisa dioperasionalkan. Rencananya, uji kelayakan itu juga akan melibatkan Ditlantas Polda Riau dan stake holder terkait lainnya.

“Tentu kalau sudah ada kelayakannya dari kementrian baru beroperasi. Maluku di jalan tol itu tidak sama dengan jalan biasa. Kecepatannya diatas 80 km, kalau 60 km perjam saja tidak boleh kalau di jalan tol. Jadi perlu dilakukan ujicoba nya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, panjang tol Pekanbaru-Dumai 131 kilometer dengan menghabiskan dana sebesar Rp16 triliun. Tol ini diestimasikan volume kendaraan sampai 7.000 per hari dari volume ideal tol 25 ribu per hari. Sementara tarif tol ini direncanakan Rp900-Rp1.000 per kilometernya.

 

Reporter: Nurmadi