Sepekan Operasi Antik, Empat Polres di Riau Belum Ada Pengungkapan Narkotika, Termasuk Pelalawan

PEKANBARU (HR)-Jajaran Kepolisian di Riau tengah menggelar operasi untuk memerangi peredaran narkotika dan obat-obat terlarang sejak Senin (11/11) kemarin. Sepekan pelaksanaan kegiatan yang bersandikan Operasi Antik Muara Takus 2019 itu, polisi telah menangani 19 laporan polisi dengan 25 tersangka.

“Data Operasi Antik Muara Takus 2019, Polda Riau dan jajaran telah menangani 19 LP tindak pidana narkotika,” ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Senin (18/11).

Related posts

Pelaksanaan operasi ini dilaksanakan Polda Riau dan jajaran. Kendati begitu, masih ada Satuan Wilayah (Satwil) yang belum melakukan pengungkapan, di antaranya Polres Pelalawan, Polres Dumai, Polres Kepulauan Meranti, Polres Siak, dan Polres Bengkalis.

Dirincikannya, Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Riau tengah menangani 4 LP dengan 4 orang tersangka. Lalu, Polresta Pekanbaru menangani 8 LP dengan 10 tersangka, Polres Indragiri Hilir (Inhil) 2 LP dengan 5 tersangka, dan Polres Rokan Hilir (Rohil) 1 LP dengan 1 tersangka.

Berikutnya, Polres Rokan Hulu (Rohul) menangani 1 LP dengan 1 tersangka, Polres Kampar 1 LP dengan 1 tersangka, Polres Indragiri Hulu (Inhu) dengan 1 LP dengan 2 tersangka, dan Polres Kuantan Singingi (Kuansing) 1 LP dengan 1 tersangka.

“Total yang diamankan 25 tersangka,” lanjut mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

Lebih lanjut, dikatakan dia, para tersangka itu diduga menguasai dan mengedarkan narkoba berbagai jenis. Terkait hal itu telah disita aparat kepolisian.

“Kita telah menyita barang bukti berupa daun ganja seberat 164,85 gram, dan ekstasi sebanyak 1.398 butir,” sebut perwira menengah Polri yang akrab disapa Narto itu.

Tidak hanya itu, polisi juga menyita sejumlah alat bukti lainnya. Yakni, uang tunai sebanyak Rp6.114.000, 11 unit handphone, dan 1 unit sepeda motor.

“Operasi Antik ini akan digelar selama 1 bulan, dan berakhir pada 2 Desember 2019,” pungkas Narto.(dod)