Hanya 147 Pengelola Rumah Makan Urus Izin Buka Selama Ramadan

PEKANBARU (HR)- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru, mencatat, hanya 147 pengelola rumah makan/restoran mengurus izin buka selama bulan Ramadan 1440 H. Dengan memasang spanduk menjelaskan usaha tersebut dibuka untuk masyarakat non muslim.

“Iya, sejak awal ramadan sampai hari ini tercatat baru 147 pengelola yang mengurus izin itu. Turun dari tahun sebelumnya berjumlah 155 yang mengurus,” kata Muhammad Jamil, Kepala DPM-PTSP Pekanbaru, Kamis (16/5).

Related posts

Menurutnya, ada dua faktor penyebab turunnya jumlah pengelola mengurus izin tersebut. Pertama, karena usahanya sudah tutup atau belum sempat mengurus karena kesibukan. “Ada dua faktor penyebab turunnya jumlah pengelola yang urus izin. Ada yang mungkin tempat usahanya tutup, mungkin ada juga yang masih belum mengurus izin,” kata Jamil.

Sejak awal DPM-PTSP sudah menganjurkan para pengelola restoran/rumah makan non muslim mengurus izin kemudian menempelkannya pada bagian depan tempat usaha. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Pekanbaru menindak pengelola restoran dan rumah makan yang belum urus izin buka selama Ramadhan.

Kasatpol PP Pekanbaru, Agus Pramono, melalui Kabid Ops, Desheriyanto, Rabu (15/5), meminta pemilik rumah makan yang sudah menempelkan spanduk non muslim untuk membuka pintu usahanya lebar-lebar saat bulan ramadan. Tidak seperti yang mereka lakukan saat ini hanya membuka separuh atau hanya sebatas badan. “Pemilik rumah makan atau kedai kopi yang sudah menempelkan spanduk menerangkan usaha non muslim harus buka pintu lebar-lebar. Jangan separuh atau sebatas badan saja,” tegas Kasatpol PP Pekanbaru, Agus Pramono, melalui Kabid Ops, Desheriyanto, Rabu (15/5).

Kalau buka kedai non muslim tapi pintu dibuka hanya separuh, Desheriyanto, menyebut samasaja dengan menyembunyikan orang makan-minum di dalam. “Kalau masih seperti itu, kami akan razia identitas pengunjungnya,” tegas Kabid Ops.

Persoalan yang disebutkan diatas merupakan hasil temuan dari razia yang dilakukan Rabu (15/5), di sejumlah rumah dan kedai kopi termasuk tempat hiburan karaoke. Dari 12 kedai kopi yang didatangi, Satpol menyita puluhan kursi kedai kopi tak berspanduk non muslim. Di lokasi Jalan Teuku Umar, Setia Budi, Tanjung Datuk, dan Hangtuah. Kemudian di Jalan Harapan Raya dan Jalan Belimbing. “Dari razia itu ada juga pemilik kedai kopi berkilah kedai tidak buka. Padahal banyak kendaraan parkir di depannya, ditambah dengan banyaknya sisa makanan terlihat di atas meja. Razia ini rutin kita adakan selama bulan puasa,” tutup Kabid.(her)