Pemerintah Didorong Alokasikan APBD untuk MDTA

PEKANBARU (HR)-Pemerintah perlu membentengi generasi muda dengan bekal ilmu agama. Ini bertujuan untuk membentengi diri para penerus bangsa dari pengaruh negatif kemajuan teknologi yang dewasa ini tidak terbendung lagi.

Dimana di era sekarang, kemajuan teknologi bisa memberikan dampak positif dan negatif. Terhadap dampak negatif inilah harus diantisipasi.
Menurut Wakil Ketua Komisi V DPRD Riau Husaimi Hamidi salah satu upaya untuk membentengi generasi muda adalah dengan bekal ilmu agama. Salah satunya dengan memperkuat basis pendidikan melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di setiap desa.

Related posts

Namun sayangnya, kata Husaimi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sendiri belum mendukung perkembangan MDTA, termasuk dukungan anggaran.
Maka dari itu, Komisi V DPRD Riau akan berupaya melobi pemerintah agar pembangunan MDTA dapat didukung APBD. “Untuk memproteksi hal tersebut, saya bersama masyarakat membangun lembaga pendidikan nonformal bidang keagamaan. Yang secara khusus mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada generasi muda di Kecamatan Rimbo Melintang beberapa waktu lalu,” ujar Husaimi belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini perhatian pemerintah untuk lembaga pendidikan nonformal bidang keagaamaan seperti MDTA ini sangat minim. Bahkan para pengajar juga ada yang tidak bergaji.

Maka dari itu, dalam waktu dekat dirinya akan melakukan kordinasi dengan pihak terkait untuk membicarakan mengenai anggaran untuk lembaga keagaamaan yang ada di Riau ini. Selain itu, pihaknya juga akan terus mendorong bagaimana anggaran pendidikan nonformal serupa MDTA bisa didukung APBD.

“Kami akan mencoba membuat perda khusus. Bagaimana MDTA ini dapat ditanggung oleh pemerintah. Karena sampai saat ini masih ada yang gurunya tidak bergaji,” lanjut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

“Mereka bergerak di bidang keagamanan, namun sangat minim perhatian pemerintah,” sambung dia.

Seharusnya, untuk menciptakan SDM yang berkualitas harus ditopang oleh pendidikan yang berkualitas pula. Tidak hanya pendidikan umum, pendidikan agama menurut dia jauh lebih penting untuk membentuk karakter masyarakat.(ADV)