Eksotis Sungai dengan Kenikmatan Bejambou

Kampar (HR)-Daerah yang memiliki potensi pariwisata, Desa Limau Manis Kabupaten Kampar menyimpan segudang pemandangan alam yang eksotis.Kondisi alam yang indah membuat para pengunjung terpana. Ditambah masyarakat dan pemuda desa yang ramah memberikan kesan yang sangat baik.

Bak Melihat Indonesia lebih dekat, ungkapan itu dirasa sangat pas dalam menggambarkan pesona keindahan alamnya, terutama di objek wisata Batu Langkai yang saban hari ramai dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar daerah.

Related posts

“Sudah lama kita gadang-gadang desa ini menjadi desa pariwisata. Selain alamnya, Desa Limau manis juga menawarkan ragam budaya seperti silat, grup marhaban, cilempong dan gong,” ungkap Kepala Desa Limau Manis, Abdul Manaf kepada Posmetro Mandau.

Tak sampai disitu, desa yang memiliki tiga dusun dengan jumlah penduduk 2.152.000 jiwa inipun memiliki histori religi yang kental. Salah satunya ialah bangunan Masjid Jamik yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1901 silam. Ini menjadi bukti bahwa peradaban Islam masa lampau berkembang dengan baik di wilayah ini.

“Masjid Jamik menjadi ikon religi di Desa ini, sudah berdiri sejak Indonesia belum merdeka,” ujar Kades lagi.

Ditelisik lebih dalam, Limau Manis, nama Desa tersebut rupanya tak lepas dari hasil alam berupa buah limau khas yang berasal dari desa tersebut. Rasanya yang manis menambah kekayaan potensi yang dimiliki desa tersebut.

Yang mencengangkan lagi, Limau Manis dari Desa tersebut masuk dalam Bursa Inovasi Desa yang di Programkan oleh Kementerian Desa.

Tahun 2019 ini, Desa Limau Manis masuk dalam APBDes 2019 untuk pengembangan potensi pariwisatanya. Hal ini tentunya sebagai pemicu daya tarik wisatawan untuk kedepannya.